Alat Musik Tradisional Banten

Sudah kita ketahui bersama bahwa banten merupakan salah satu tempat yang memiliki kesenian dan budaya yang populer mulai dari senjata tradisional hingga alat musik tradisional Banten.

Pada artikel ini cakbagus akan membahas seputar alat musik tradisional Banten.

Berikut ulasannya.

Bedug

alat musik bedug

Bedug adalah salah satu jenis gendang dengan ukuran paling besar diantara gendang lainnya.

Bedug tergolong alat musik tradisional populer bagi kalangan umat Islam, sebab alat musik jenis ini kerap ditemui di masjid sebagai media informasi datangnya waktu sholat wajib 5 waktu.

Angklung Buhun

angklung buhun

Alat musik tradisional Banten selanjutnya diberi nama Angklung Buhun. Nama Angklung buhun diartikan sebagai Angklung Kuno. Karena diketahui bahwa alat musik Angklung ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Menurut sejarah yang diceritakan bahwa Angklung ini diyakini sudah ada sejak hadirnya masyarakat Baduy di Banten, yaitu sekitar abad ke-16. Maka tidak heran jika alat musik tradisional ini sudah dijadikan pusaka dalam mempertahankan eksistensi masyarakat Baduy di Banten.

Pantun Bambu

a. pantunbambu

Pantun Bambu adalah salah satu alat musik tradisional Banten yang bisa dibilang masih bertahan hingga sekarang.

Sejak awal keberadaannya, Pantun Bambu sering dimainkan setelah bekerja di sawah maupun pada saat beristirahat. Seiring dengan perkembangan zaman, Pantun Bambu kemudian dimainkan pada saat pertunjukan kesenian daerah Banten.

Lisung

alat musik lisung

Kehidupan masyarakat Banten sangat erat dengan pertanian, maka alat musik Lisung khas Banten ini dimainkan pada saat proses pengolahan padi atau gabah menjadi beras.

Lisung atau Bendrong Lesung ini adalah alat musik tradisional Banten yang dibuat dari bahan kayu yang menyerupai bentuk perahu dan berukuran kecil dengan ukuran panjang kurang lebih 2 meter, lebar 0,5 meter, serta dalamnya mencapai 40 cm.

Dog dog Lojor

alat musik dogdog lojor

Dogdog Lojor adalah salah satu alat musik tradisional dari Banten. Dinamakan Dogdog, karena jenis alat musik ini dimainkan dengan cara ditabuh dan menghasilkan suara “dog..dog..”.

Sementara nama Lojor memiliki arti panjang, hal ini mengacu pada ukuran dan bentuk alat musik Dogdog Lojor yang panjangnya mencapai 1 meter.

Alat musik ini dibuat dari bahan kayu yang berbentuk silinder memanjang.

Angklung Gubrag 

angklung gubrag

Alat musik tradisional ini juga masuk kedalam jenis alat musik yang hampir punah. Namun masyarakat banten masih menggunakannya pada acara khitanan.

Seperti alat musik Angklung lainnya, alat musik ini  dimainkan dengan cara di goyangkan. Bunyi yang dihasilkan berasal dari benturan badan pipa dan bambu.

Bambu Jitak 

bambu jitak

Bisa dikatakan alat musik tradisional ini masih baru dibuat oleh seorang warga pada tahun 2008. Bambu Jitak terbuat dari bahan bambu, rami, rotan dan senar gitar listrik.

Suara yang dihasilkan Bambu Jitak sangat merdu. Untuk memainkannya  dengan cara memukul senar gitar listrik yang ada pada bambu dengan  alat pemukul dari kayu. Awal dinamakan “Bambu Jitak” karena alat ini juga bisa dimainkan dengan dijitak.

Kacapi 

Kacapi Suling

Alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik ini juga menyebar di Asia Tenggara dan Asia Timur seperti Thailand, Burma, Vietnam, Cina, Korea, dan Jepang. Sedangkan di Indonesia, Kacapi memiliki nama dan bentuk yang berbeda-beda tergantung daerahnya.

Untuk masyarakat Sunda yang tinggal di Jawa Barat dan Banten, teknik permainan dan bentuk kacapi lebih berkembang dari pada  alat musik petik lainnya yang bisa ditemukan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Calung 

Alat musik tradisional Banten ini berasal dari masyarakat Sunda yang tinggal di daerah Jawa Barat hingga Banten.

Calung sendiri buah dari perkembangan alat musik angklung. Namun untuk memainkan Calung yaitu dengan cara dipukul pada bagian bilahan dari ruas-ruas yang disusun sesuai tangga nada pentatonik.

Akhir Kata

Nah, sekilas mengenai alat musik provinsi Banten. Semoga kita bisa menjaga kelestarian kesenian dan budaya yang ada di daerah kita masing-masing.

Tinggalkan komentar