Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Jenis Burung Hantu

10 min read

Cakbagus – Ada banyak sekali jenis burung hantu di dunia ini, namun tidak semuanya bisa Anda pelihara di Indonesia. Jika Anda ingin memelihara hewan malam ini, coba cek artikel ini dulu ya!

Disini Anda bisa menemukan berbagai macam jenis burung hantu yang mungkin bisa Anda pelihara di Indonesia.

Awal mula terkenalnya unggas yang satu ini setelah tenarnya film Harry Potter. Banyak penggemarnya yang menginginkan untuk menjadi salah satu siswa Hogwarts dan berusaha memelihara burung hantu.

Padahal anda tidak bisa sembarangan memelihara hewan nokturnal ini, lho!

Ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan agar peliharaanya bisa terawat dengan baik.

Mengenal Burung Hantu

jenis burung hantu
unsplash.com

Burung hantu merupakan hewan yang termasuk kedalam golongan ordo stigformes. Ia di kelompokan ke dalam unggas karnivora dan merupakan hewan malam atau disebut juga hewan nokturnal.

menurut orang barat, hewan peliharaan ini di yakini sebagai simbol kebijaksanaan, namun di beberapa tempat di Indonesia ia di yakini sebagai pembawa pertanda maut.

Inilah sebabnya di Indonesia ia dikenal dengan nama burung hantu. Ada banyak jenis burung hantu yang tersebar di suluruh dunia. Dan dibawah ini akan kita bahas satu persatu. baca terus ya!

Ciri Khas Burung Hantu

jenis burung hantu
unsplash.com

Hewan karnivora ini dikenal karena memiliki mata yang besar dan menghadap ke depan, tidak seperti burung lainnya yang menghadap ke samping. Ia juga memiliki paruh yang tajam seperti paruh elang.

Selain itu, leher burung hantu ini sangat lentur hingga wajahnya bisa berputar 180 derajat ke belakang. Dan juga susunan bulu di kepalanya membentuk lingkaran wajah yang terkadang bisa terlihat mengesankan.

Burung ini memiliki ekor yang berukuran pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Bahkan saking besarnya, rentang sayapnya bisa mencapai tiga kali dari panjang tubuhnya. selain itu ada juga lho! jenis burung hantu yang menarik untuk dipelihara.

Kebiasaan Burung Hantu

jenis burung hantu
unsplash.com

Karena ia termasuk hewan nokturnal, pada umumnya ia akan berburu pada malam hari. Memang ada juga beberapa jenis yang berburu ketika remang-remang di subuh dan sore hari, atau sering disebut juga krepuskular.

Karena memiliki mata yang menghadap kedepan, memungkinkannya mampu mengukur jarak dengan tepat.

memeiliki paruh yang tajam, dan juga kaki yang cekatan mampu mencengkram kuat, dan memiliki kemampuan terbang tanpa berisik menjadikannya mampu berburu dalam kegelapan malam.

Bahkan ada beberapa jenis burung hantu yang dapat memperkirakan jarak dan posisi mangsanya dalam kondisi kegelapan total, hanya dibantu oleh indra pendengarannya saja.

Biasanya mereka akan memburu binatang kecil seperti serangga, kodok, tikus, dan lain-lain.

Hewan buruannya itu akan dibawa ke sarang mereka yang ada di lubang-lubang pohon atau diantara pelapah daun sejenis palem.

Dikenal Sebagai Pembasmi Tikus

jenis burung hantu
unsplash.com

Didalam dunia pertanian, unggas ini digunakan sebagi pembasmi hama tikus. Bahkan, ia dianggap jauh lebih efektif dibandingkan pengendalian tikus dengan menggunakan racun ataupun gropyokan.

Penggunakan hewan karnivora ini selain lebih efektif, juga lebih murah. Hingga akhirnya mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk mencanangkan program penangkaran burung hantu untuk membantu petani mengusir tikus.

Untuk melindungi 25 hektar tanaman padi, petani hanya membutuhkan sepasang burung hantu saja. Hebat kan!

Jenis Burung Hantu

Sebetulnya ada sekitar 222 spesies yang sudah diketahui dan tersebar di seluruh penjuru dunia kecuali antartika. Karena memang antartika memiliki suhu yang terlalu dingin.

Namun tidak semua jenis burung hantu tersebut banyak dipelihara di Indonesia. Jika anda ingin tahu lebih lanjut mana saja yang bisa dipelihara di Indonesia, yuk cek langsung artikel di bawah ini!

1. Serak Bukit

jenis burung hantu
unspalsh.com

Burung ini dikenal juga dengan nama Oriental Bay Owl atau wowo-wiwi, jenis burung hantu yang satu ini seringkali dibilang mempunyai wajah khas yang mirip ular sendok.

Tubuh bagian atasnya berwarna coklat kemerah-merahan dengan bintik-bintik hitam dan putih. Sementara bagian bawahnya berwarna kuning kemerah jambuan dengan bintik-bintik hitam.

Burung ini termasuk kedalam salah satu jenis burung hantu malam yang pemalu. Dimana ia akan menghabiskan waktu siangnya untuk duduk rebahan seperti burung paruh kodok.

Biasanya, ia akan memakan jenis hewan mamalia kecil, burung, kadal, ular, katak, dan serangga besar. Ia juga akan berburu dari tempatnya dan biasanya akan menangkap mangsanya di udara.

Burung hantu yang memiliki harga terjangkau ini mempunyai sayap yang pendek dan membulat. Hal tersebut memudahkan burung ini untuk terbang lebih cepat diantara dahan-dahan pohon.

2. Serak jawa

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu ini banyak dikenal  dengan nama burung hantu tyto alba, Barn Owl, atau burung hantu gudang.

Jenis tubuhnya memiliki ukuran besar dan bulunya berwarna kuning tua kecokelatan dengan bercak halus di tubuh bagian atasnya. Sedangkan di bagian bawahnya berwarna putih dengan bintik hitam.

Ketinggian tubuhnya sekitar 34 cm sehingga bisa dibilang masuk ke dalam salah satu jenis burung hantu yang besar. Ia juga memiliki wajah yang berbentuk seperti hati berwarna putih dengan tepi berwarna cokelat.

Pada umumnya, habitat alaminya adalah di wilayah berpohon, tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota-kota besar. Terkadang ia bisa ditemukan di daerah dengan ketinggian hingga1.600 m di atas permukaan laut.

Jenis burung hantu ini sering bertengger di tajuk pohon atau perdu. Kemudian ia akan mengeluarkan suara yang terkadang terdengar memilukan atau bersahutan dengan pasangannya. Romantis bukan!

Namun yang perlu di perhatikan jika anda ingin memelihara burung hantu ini adalah cara pemeliharaannya tidak sembarangan.

Meskipun ia termasuk jenis burung hantu yang mudah dipelihara, namun anda harus tetap memperhatikan beberapa hal seperti jenis makanan dan kebersihannya. Jika anda lengah sedikit saja, kemungkinan jenis burung hantu ini akan mati.

3. Celepuk

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu ini dikenal juga dengan nama Indian Scops Owl. Meskipun ukuran tubuhnya hanya sekitar 23-25 cm, tetapi ia termasuk kedalam salah satu jenis burung hantu tipe scops yang terbesar.

Celepuk memiliki kemampuan kamuflase yang mumpuni. Ia suka sekali bersembunyi di puncak pohon yang memiliki warna seperti tubuhnya. Hal tersebut menjadikannya sangat sulit ditemukan di siang hari.

Namun, pada umumnya ia bisa ditemukan dengan cara memperhatikan burung-burung kecil yang mengerumuninya ketika berada di pohon. Jika terdapat suara lembut “whuk” di atas pohon itu, berarti ada celepuk yang bersembunyi di sana.

Pada umumnya, habitat burung ini ialah di dalam hutan yang banyak pohonnya. Ia adalah pemakan serangga dan merupakan binatang nokturnal.

4. Celepuk gunung

jenis burung hantu
unsplash.com

Bagi anda yang baru mencari jenis burung hantu yang mudah dipelihara, celepuk gunung mungkin menjadi salah satu rekomendasi pilihan untuk anda.

Burung ini dikenal juga dengan nama Javan Scops Owl, ia termasuk jenis burung hantu langka yang hanya ditemukan di Indonesia.

Tubuhnya berwarna merah bata cokelat dan ia memiliki pinggir mata berwarna kuning dan paruh krem. Ukurannya cukup kecil dan mungil.

Ciri khas lainnya yaitu memiliki baris yang terdiri dari bercak putih berbentuk segitiga putih pada bahunya.

Biasanya ia mudah ditemukan di hutan basah pegunungan dengan ketinggian 1.000-2.500 m diatas permukaan laut. Dan ia suka bereaksi terhadap tiruan suaranya yang menyerupai siaulan metalik “pliuw-pliuw” dengan interval 12 detik.

Ia juga suka sekali bersarang di ceruk pohon dan bekas sarang pelatuk yang tingginya sekitar 2-7 meter dari permukaan tanah.

5. Celepuk Merah

jenis burung hantu
unsplash.com

Jika anda mencari jenis burung hantu yang berukuran kecil, celepuk merah ini satu-saunya. Ia dikenal juga dengan nama Reddish Scorp Owl dan memiliki nama latin Otus rufescens.

Secara umum, habitat alaminya berada di dataran rendah, tetapi ada juga yang hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 1.350 m di atas permukaan laut.

Biasanya burung ini ditemukan di daerah dengan banyak pepohonan, perbukitan, serta hutan primer dan sekunder.

Burung ini memiliki ukuran tubuh sekitar 15-18 cm saja.

Warna tubuhnya kemerahan dengan bagian atasnya berwarna cokelat kemerahan dengan coret hitam dan putih. Sementara bagian bawahnya berwarna kuning kemerahan dengan coret hitam.

Biasanya ia akan bersarang untuk berkembang biak di bulan maret hingga juli. Ia akan membuat sarangnya di lubang pohon, bahkan sering menggunakan bekas sarang burung pelatuk.

6. Celepuk rajah

jenis burung hantu
unsplash.com

Hewan yang banyak dikenal sebagai Rajah Scops Owl ini termasuk kedalam burung endemik Indonesia. Jenis burung hantu ini termasuk kedalam golongan burung hantu yang tidak terlalu popular di Indonesia.

Burung yang satu ini memiliki bulu yang menjulang di kedua sisi kepala yang terlihat seperti daun telinga. Ukuran tubuhnya termasuk kecil dengan panjang sekitar 23 cm. mereka juga memiliki sayap yang pendek dan bulat.

Warnanya di dominasi dengan warna cokelat dengan sentuhan warna putih pada bagian beberapa tubuh seperti leher dan tubuh bagian bawah. Sedangkan bagian iris mata, paruh, dan kakinya berwarna kekuningan.

Secara umum, habitat alaminya adalah di daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 hingga 2.400 m di atas permukaan laut. Dan biasanya daerah penyebarannya adalah di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Makanan utamanya adalah serangga, seperti ngengat. Namun tak jarang juga mereka memakan katak kecil.

7. Celepuk reban

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu kecil yang memiliki nama latin Otus lempiji ini memiliki banyak nama panggilan. Diantaranya adalah buek dalam bahasa sunda, sedangkan dalam bahasa jawa manuk kuwek, dalam bahasa inggris Scops Owl atau Collared Scops Owl.

Jenis burung hantu ini memiliki tubuh ukuran kecil dengan panjang totalnya 20-21 cm. Sementara panjang sayapnya sekitar 15 cm, dan beratnya sekitar 100 gram.

Warna tubuh celepuk reban ini di dominasi oleh warna keabu-abuan atau kecokelatan dan berbintik-bintik hitam dan kuning tua. Sedangkan bawahnya berwarna kuning tua dan bercoretan hitam.

Celepuk reban ini terkadang bisa di temukan di jalan-jalan berpohon di kota besar. Seringkali ia akan terlihat bertengger pada dahan rendah dan mengeluarkan suara yang memilukan.

Suara yang dikeluarkan dari celepuk reban betina dan jantan sangatlah berbeda. Yang betina memiliki nada “whilo” atau “pwok” yang lebih tinggi dan bergetar, lalu lama-lama nadanya akan berubah menurun. sedangkan yang jantan memiliki nada suara lembut “wuup” yang sedikit meninggi dengan interval satu detik.

Jenis burung hantu celepuk reban memangsa aneka serangga malam seperti ngengat dan belalang. Namun, terkadang juga ia terlihat berburu kodok dan juga burung kecil.

8. Beluk Ketupa

jenis burung hantu
unsplash.com

Jika anda mencari salah satu jenis burung hantu termahal, cobalah pelihara beluk ketupa. Ia juga dikenal dengan bloketupu, ketupa ketupu, dan memiliki nama latin Bubo ketupu. Dalam bahasa inggris biasanya dikenal dengan nama Buffy Fish Owl atau Malay Fish Owl.

Tubunya termasuk berukuran medium dengan bulu unik di bagian kepala yang menyerupai daun telinga atau biasa disebut berkas telinga. Panjang tubuh beluk ketupa dewasa mencapai 40-48 cm dengan rentang sayap sekitar 295-390 cm. Dan panjang ekornya mencapai 160-181 cm dan beratnya mencapai satu hingga dua kg.

Secara umum, habitat alaminya adalah di area yang dekat dengan sumber air. Mereka juga sering terlihat di sekitar pemukiman manusia, juga di hutan bakau dengan ketinggian mencapai 1.600 m di atas permukaan laut.

Makanannya di alam liar seperti ikan, reptil, katak, mamalia kecil, dan serangga. Terkadang mereka juga memangsa kelelawar dan bangkai.

Musim berkembang biaknya sekitar adalah awal tahun. Dalam musim berkembang biak tersebut, mereka akan bertelur sebanyak satu hingga dua butir. Telur tersebut akan dierami selama 28-29 hari.

9. Beluk Watu Jawa

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu yang selanjutnya adalah beluk watu jawa yang memiliki nama latin Glaucidum Castanopterum. Burung  ini termasuk kedalam burung hantu endemik Indonesia. Dalam bahasa inggir dikenal dengan nama Javan Owlet.

Warna bulunya di dominasi oleh warna merah bata dan bergaris-garis. Matanya berwarna cokelat kekuningan, paruhnya berwarna hijau dengan kuning, dan kakinya berwarna hijau.

Burung ini ini termasuk kedalam spesies yang berukuran kecil karena yang dewasa biasanya berukuran sekitar 24 cm.

Secara umum. Habitat alaminya terletak di perbukitan, dataran rendah, hutan primer dan sekunder. Seperti halnya dengan jenis burung hantu lainnya. Beluk waktu jawa aktif di malam hari, namun terkadang ia aktif juga di siang hari.

Saura yang ia keluarkan di siang dan di malam hari cukup berbeda. Di siang hari, ia biasanya mengeluarkan nada ganda “kuw-kuw” yang makin cepat dan tinggi nadanya, lalu diakhiri dengan cicitan. Sementara di malam hari ia mengeluarkan nada “ku” panjang yang semakin cepat dan berakhir dengan tiba-tiba.

10. Punggok Cokelat

jenis burung hantu
unsplash.com

Selanjutnya adalah jenis burung hantu yang termasuk kedalam family strigdae. Dalam bahasa inggris ia dikenal dengan nama Brown Hawk atau Brown Bobook.

Punggok coklat memiliki suara yang merdu dengan siulan tinggi berbunyi “pung-ok” dan nada kedua pendek meninggi. Biasanya, ia akan bersuara untuk waktu yang lama terutama pada saat subuh dan petang.

Punggok cokelat memiliki ukuran 32 cm sehingga menjadikannya masuk kedalam kelompok burung hantu berukuran medium.

Warna burung ini di dominasi oleh warna cokelat tua dan kuning tua dengan coret coklelat kemerahan. Sedangkan penampakan fisiknya menyerupai elang berwarna gelap dan bermata cokelat.

Pada umumnya, habitat aslinya terletak pada dataran rendah dengan ketinggian sekitar 1.500 m diatas permukaan laut. Ia akan menjadi aktif di pinggir hutan atau di lahan pertanian sebelum langit petang.

Saat langit gelap, punggok cokelat akan terbang lebih rendah untuk berburu capung atau serangga lainnya yang ada di udara. Namun tidak menutup kemungkinan  punggok cokelat juga akan memakan kepiting, kadal, katak, burung kecil dan kelelawar.

11. Seloputo

jenis burung hantu
unsplash.com

Burung hantu ini dikenal dengan nama Spotted Wood Owl yang memiliki nama latin Strix seloputo.  Karena tingginya mencapai 47 cm, sehingga ia di golongkan kedalam spesies burung hantu berbadan besar.

Warna tubuh burung ini di dominasi oleh warna cokelat merah bata, bercorak tebal dengan bintik putih dan pinggiran hitam. Sedangkan bagian bawahnya berwarna putih tersapu merah  bata dan bergaris-garis cokelat tua.

Seloputo termasuk kedalam burung yang tidak umum di hutan bakau dan dataran rendah. Ia jauh lebih sering terlihat di daerah pepohonan dekat kampung, bahkan terkadang terlihat hidup di kota-kota.

Suaranya bergaung meninggi “belup” atau “hup-hung” terkadang ia akan mengeluarkan suara “huwkkukuku” di ikuti juga sejumlah bunyi “huwk” dan suara geraman dalam.

12. Kukuk Beluk

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu ini termasuk kedalam burung hantu yang berbadan besar karena tinggi tubuhnya bisa mencapai 45-57 cm. Di dunia barat, kukuk beluk ini dikenal dengan nama Brown Wood Owl atau dari nama latinnya Strix leptogrammica.

Warna tubuh burung ini di dominasi oleh warna kuning tua, bergaris-garis cokelat tua, tersapu cokelat pada dada. Sementara tubuh bagian atasnya adalah berwarna cokelat tua, bergaris-garis rapat putih dan kuning tua.

Suaranya khas seperti “buuu” terkadang juga mengeluarkan suara empat suku kata “goke, galu, huhu-huhuu” yang pendek-pendek.

13. Beluk Telinga Pendek

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu berikutnya dikenal dengan nama Short-eared Owl dan memiliki nama latin Asio flammeus. Ia memiliki ukuran medium sekitar 37 cm dan ciri khas warna cokelat kekuningan.

Warna tubuh ini di dominasi oleh warna cokelat agak kekuningan dengan coretan hitam dan kuning tua, sementara bagian bawahnya berwarna kuning tua dengan garis cokelat gelap.

Sedangkan piringan wajahnya mencolok dengan jumbai telinga pendek. Sementara matanya berwarna kuning menyala yang dikelilingi lingkaran hitam.

Jenis burung ini tidak seperti jenis burung hantu lainnya, beluk telinga pendek lebih menyukai daerah terbuka yang berumput. Ia juga lebih sering terlihat aktif di daratan ketika siang hari.

Untuk makanannya, beluk telinga pendek seringkali berburu mamalia kecil seperti tikus atau hamster. Namun, tak jarang juga ia memakan ulat, burung kecil dan kadal.

14. Salju

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu putih inilah yang mulai terkenal karena kemunculan film Harry Potter. Namun, sayangnya memelihara burung hantu salju ini termsuk susah bagi pemula.

Burung hantu salju ini mudah dikenali dan mudah dibedakan yang jantan dan betinanya dari warna bulunya. Pada yang jantan seluruh warnanya berwarna putih, sementara yang betina memiliki corak gurat cokelat tua di tubuhnya.

Secara ukuran, ia termasuk kedalam burung hantu berukuran besar karena tingginya sekitar 53-65 cm. Ia juga memiliki lebar sayap sekitar 125-150 cm.

Makanan burung ini biasanya hewan pengerat, mamalia kecil, anak burung, dan reptil berukuran kecil. Tapi kamu juga bisa memberinya makan berupa cacahan daging emprit atau puyuh segar.

Namun sayangnya, burung hantu yang dikenal dengan nama Snowy Owl ini kurang cocok dipelihara di Negara tropis seperti Indonesia.

Jika kamu ingin benar-benar ingin memeliharanya, pastikan anda harus memeliharanya sejak bayi dan di letakkan di kandang yang benar-benar teduh.

15. Hingkik

jenis burung hantu
unsplash.com

Jenis burung hantu yang sering dipelihara adalah Hingkik, atau yang memiliki nama lain beluk jampuk. Di dunia internasional ia biasanya dikenal dengan nama Barred Eagle Owl atau Malay Eagle Owl.

Pada umumnya, habitatnya adalah di hutan tropis dan subtropis dataran rendah dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Sementara makanan utamanya ialah serangga besar, mamalia kecil, reptil, ikan-ikan kecil, dan burung-burung kecil.

Hingkik memiliki tubuh yang besar dengan panjang sekitar 45 cm. dengan warna yang di dominasi abu-abu tua dengan bercak telinga horizontal mencolok. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat kehitaman, sementara bagian bawahnya berwarna abu-abu keputihan bergaris hitam tebal.

Hingkik termasuk burung hantu yang setia dan hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya.

Ketika musim berkembang biak tiba, mereka akan kembali ke sarang yang sama dari tahun ke tahun. Dalam musim berkembang biak itu, mereka hanya menghasilkan satu butir telur sebelum dierami.

Memelihara Jenis Burung Hantu Berdasarkan Tingkat Kesulitannya

jenis burung hantu
unsplash.com

Setelah membaca artikel ini, jadi bagaimana? Apakah anda sudah memutuskan mau memelihara jenis burung hantu yang mana?

Mana pun yang ingin anda pelihara, anda harus memastikan juga tingkat kesulitannya. Jika anda adalah seorang pemula dalam memelihara hewan malam ini, sebaiknya jangan memaksakan memelihara jenis burung hantu yang agak susah dipelihara.

Kemudian juga karena burung hantu adalah hewan karnivora, anda juga harus memastikan bisa menyediakan makanannya. Karena anda tidak mau kan, burung hantu piaraannya sakit-sakitan dan mati?

Silahkan di pertimbangkan lagi ya!

 

 

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Jenis Bunga Matahari

Abdhi Mujahid
6 min read

Jenis Ayam Petarung

Abdhi Mujahid
4 min read

Jenis Ayam Kalkun

Abdhi Mujahid
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *