Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Materi Tolak Peluru (Lengkap)

5 min read

materi tolak peluru

Materi Tolak Peluru – Olahraga tolak peluru merupakan sebuah olahraga yang memainkan besi berat yang dilemparkan sejauh mungkin.

Yuk. kita baca ulasannya sebagai berikut.

A. Mengenal Olahraga Tolak Peluru

materi tolak peluru

Tolak peluru ialah cabang olahraga atletik yang dimainkan dengan cara melemparkan bola besi sejauh mungkin dari titik lempar hingga teknik yang sudah di tentukan.

Olahraga ini bisa dilakukan diluar atau di dalam ruangan.

Pada olahraga ini tidak terlalu membutuhkan lapangan yang luas. Karena dari dulu hingga sekarang belum ada yang melebihi jarak 25 meter.

Tidak sembarang orang bisa melakukan permainan olahraga ini.

Rata-rata para pemain tolak peluru memiliki postur tubuh yang besar dan memiliki energi yang kuat untuk melakukan tolakan.

B. Sejarah Olahraga Tolak Peluru

sejarah tolak peluru

Olahraga tolak peluru sudah ada sejak kerajaan yunani kuno, namun dengan peraturan yang berbeda pada saat itu.

Pada zaman dahulu tolak peluru memiliki nama lempar beban atau weight trowing menurut Homer.

Namun tidak ditemukanya catatan sejarah dari bentuk dan juga bahan yang digunakan pada waktu itu.

Tetapi olahraga tolak peluru merupakan salah satu bentuk dari latihan perang yang dilakukan oleh para prajurit dari troya, dan pada akhirnya dipertandingkan antar prajurit.

Salah satu jejak olahraga tolak peluru yang berhasil ditemukan ialah kompetisi yang diadakan di negara Skotlandia pada abad pertama.

Pada abad ke XVI Raja Henry ke VII menyelenggarakan pertandingan yang hampir sama dengan lempar palu dan lempar beban.

Perlombaan pertama yang bentuknya seperti tolak peluru masa kini ialah perlombaan pada era pertengahan, dimana perlombaan tersebut diselenggarakan oleh kalangan militer.

Kemudian diikuti oleh para prajurit yang melempar bola besi sejauh mungkin dari titik tolak.

Kompetisi tolak peluru pertama kali di dokumentasikan ialah kompetisi di Skotlandia dan sebagai salah satu dari The British Amateur Championsships di tahun 1866.

C. Gaya Tolak Peluru

gaya tolak peluru

Olahraga tolak peluru sedikitnya memiliki tiga gaya yang digunakan dalam pertandingan yaitu gaya klasik, gaya spin, dan gaya glide.

Dari ketiga gaya tersebut, hanya gaya spin dan gaya glid saja yang masih digunakan hingga saat ini.

1. Gayas Glide (Meluncur)

Gaya ini pertama kali digunakan oleh Parry O’Brien yang berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1951.

Gaya ini dilakukan dengan setengah putaran pertama sebelum melakukan lontaran.

Pada gaya ini, seorang atlit menghadap ke belakang, lalu mendorong tubuh kearah belakang, setelah itu menghadap ke depan dan melontarkannya.

Lontaran terjauh dengan menggunakan gaya glide yaitu dimiliki oleh tim German yang bernama Ulf Timmermann dengan jarak lontaran sejauh 23,06 meter.

2. Gaya Klasik

Gaya klasik ialah sebuah gaya yang paling tua dan tidak ada yang tahu penemu dari gaya klasik ini.

Gaya tolak peluru ini menggunakan permulaan menyamping yaitu dengan menghadap kesamping dalam posisi siap sebelum melakukan lontaran peluru.

Pada gaya ini peluru dipegang erat dengan menggunakan kedua tangan, kemudian tangan kanan menyangga peluru diatas bahu, dan tangan sebelah kiri memegang peluru bagian atas.

Dan pada akhirnya peluru tersebut di lempar dengan satu tangan saja yaitu dengan menggunakan tangan kanan.

3. Gaya Spin (berputar)

Gaya berputar pertama kali dilakukan yaitu oleh Aleksander Baryshnikov yang berasal dari Rusia pada tahun 1972 dan membuat rekor baru dengan jarak 22 meter.

Sebelum melakukan lemparan seorang atlet melakukan putaran 360 derajat sebelum lontaran dilakukan.

Gaya tersebut bisa memberikan kesempatan yang terbaik untuk melempar peluru sejauh-jauhnya.

Gaya berputar tersebut ialah gaya yang paling sulit karena atlet tidak hanya fokus pada tolakanya saja, melainkan juga pada gerakan berputar yang baik.

Jika seorang atlet melakukan sedikit saja kesalahan pada gerakan memutar, maka akan berakibat fatal pada lontarannya dan bisa berujung kegagalan.

Seorang tlet terbaik dalam tolak peluru yang menggunakan gaya tersebut yaitu Rabdy Brandes yang berhasil melempar dengan jarak 23.12 meter.

Baca juga: Materi Renang 

D. Teknik Tolak Peluru

teknik tolak peluru

Teknik terpenting pada tolak peluru ini yaitu terletak pada gaya untuk melakukan tolakan.

Posisi jari ketika memegang peluru tidak terlalu penting, melainkan peluru bisa dipegang dengan posisi senyaman mungkin agar bisa menahan bola ketika dilontarkan.

Sementara pada posisi pertama peluru akan stabil karena selalu menempel dengan leher.

Berikut ini ialah penjelasan selengkapnya tentang teknik dari awal sampai melakukan tolakan dengan dua gaya yaitu gaya spin dan gaya glide:

1. Teknik Tolak Peluru Gaya Spin (berputar)

Gaya ini seperti dengan gaya lempar cakram yang berputar dalam melakukan putaran.

Pertama dilakukan dengan cara gaya glide, cara ini ialah seorang atlet menghadap ke belakang kemudian tangan kanan memegang peluru dan menempelkanya ke leher, sedangkan posisi tubuh dalam keadaan tegak dan kepala miring.

Kemudian kedua kaki disejajarkan , yang pertama kaki kiri menjadi tumpuan agar kaki kanan bisa diayunkan menuju tengah lingkaran.

Kemudian kaki kanan menuju daerah tengah lingkaran dan posisi dari kaki kanan masih membelakangi daerah pendaratan dan sudah bersiap menjadi poros.

Sebelum kaki kanan menginjak tengah lapangan , kaki kiri yang sebelumnya menjadi poros diangkat dan diayunkan dengan gerakan yang melingkar sehingga kaki kanan yang menjadi poros pada akhir putaran tubuh.

Kaki sebelah kiri di injakan di daerah belakang kaki kanan sejajar dengan jarak sebahu lenih sedikit dan posisi tubuh menjadi serong mengarah ke samping belakang.

Kemudian kaki kiri jatuh maka tubuh dihadapkan bersama dengan tangan sebelah kanan dengan melakukan tolakan peluru dengan kekuatan yang penuh ke arah.

Depan dengan putaran tumit, pinggul, lutut dan dada ke arah depan untuk memberikan tambahan dengan daya dorong.

Setelah peluru terlontar kemungkinan besar tubuh masih berputar karena, energi yang dilepas membentuk garis putaran tubuh.

2. Teknik Tolak Peluru Gaya Glide

Posiis pertama yaitu dengan cara menghadapkan tubuh ke belakang dan membelakangi sektor pendaratan.

Memegang dan menempelkannya peluru ke leher sehingga posisi dari kepala miring ke kanan untuk menyesuaikan peluru.

Teknik tersebut bisa dilakukan dan di sesuaikan dengan kenyamanan atlet atau pelempar dalam melakukan teknik ini.

Kemudian posisi badan sedikit menunduk ke bawah dan condong kesisi kanan, maka posisi bahu lebih tinggi.

Dengan menekuk sedikit agar bisa memberikan daya tolakan dan kaki kiri memposisikan pada daerah belakang.

Bisa sedikit ditekuk dengan kaki menyentuh lantai.

Kemudian melakukan luncuran 180 derajat badan sedikit dicondongkan kedepan, sehingga ujung kaki kiri bisa terangkat dari lantai.

Kemudian lali lanan melakukan tolakan dan kaki kiri terdorong hingga balok batas lempar.

Pada saat itu tubuh bersama berputar mengarah ke depan dan tangan kanan melontarkan dengan sekuat tenaga.

Ketika tangan kanan melakukan tolakan, maka geserlah posisi kepala agar tidak menjadi halangan laju peluru ketika mengarah ke sektor pendaratan.

D. Peraturan Tolak Peluru

peraturan tolak peluru

Dalam olahraga ini ada beberapa peraturan yang harus dilakukan atau tidak boleh dilanggar oleh para atlet.

Berikut ini adalah 9 peraturan tolak peluru:

  1. Para atlet boleh memasuki lingkaran tolakan dari mana saja. Bianya peserta atau atlet memasuki lingkaran dari sisi samping dan belakang.
  2. Para atlet tidak boleh menggunakan atribut seperti sarung tangan namun boleh menggunakan pelindung dari ruas jari selama waktu pertandingan.
  3. Para atlet memiliki waktu 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan.
  4. Para atlet tolak peluru harus menahan peluru dengan lehernya saat melakukan gerakan tolakanya.
  5. Para atlet melakukan dalam lingkaran saja dan tidak boleh hingga keluar, kemudian salah satu kakinya menyentuh daerah luar gais, lempar maka akan langsung didiskualifikasi.
  6. Peluru yang dilontarkan hanya boleh menggunakan satu tangan dan posisinya harus lebih tinggi dari bahu.
  7. Peluru wajib mendarat ketika sektor area yang sudah disediakan.
  8. Atlet atau pelempar meninggalkan lingkaran setelah melakukan lemparan hanya dengan sisi lingkaran yang bagian belakang.
  9. Atlet boleh meninggalkan lapangan ketika peluru sudah mendarat.

E. Lapangan Tolak Peluru

lapangan tolak peluru

Lapangan tolak peluru seperti lapangan lempar cakram. Namun dibedakan dengan adanya papan batas tolakan yang ada pada lingkaran tolak peluru.

Berikut adalah penjelasan tentang lapangan tolak peluru:

  • Lapangan tolak peluru di bagi menjadi dua sektor yaitu sektor lingkar pendaratan dan tolakan.
  • Lingkaran tolak memiliki diameter 2,235 meter yang dikelilingi oleh ring besi dengan ketebalan 66 mm dan tinggi mencapai 2 cm yang berfungsi untuk batas lingkaran. Pada bagian depan lingkaran tersebut dipasang balok tolakan dengan ukuran tinggi 10 cm ukuran panjang 1,22 meter dengan ketebalan 11,4 cm.
  • Sektor pendaratan ialah tanah yang ditandai dengan garis batas atau sektor line dan juga garis ukur yang standar seperti yang ada ditengah area sektor pendaratan. Panjang dari sektor tersebut yaitu 40 derajat dengan minimal panjangnya 25 meter.

F. Peralatan Tolak Peluru

peralatan tolak peluru

Peralatan tolak peluru yaitu sebagai berikut:

  • Alat pengukur
  • Bendera
  • Peluit
  • Bola peluru atau bola besi dengan ketentuan:
  1. Ukuran bola disesuaikan dengan jenis lapangan yang gigunakan. Biasanya lapangan dalam menggunakan bola yang sedikit lebih besar dari lapangan luar dengan bahan dari bola yang terbuat dari bahan yang berbeda namun memiliki berat yang sama. Bola peluru tersebut bisa terbuat dari bahan besi, pasir, solid, logam, stainless steel, polyvinyl dan material sintetis.
  2. Bola peluru atau besi untuk junior putri yaitu dengan berat mencapai 3kg.
  3. Bola peluru atau besi untuk junior putra yaitu dengan berat mencapai  5kg.
  4. Bola peluru atau besi untuk senior putri yaitu dengan berat mencapai 4kg.
  5. Bola peluru atau besi untuk senior putra yaitu dengan berat mencapai 7.25kg.

G. Atlet Tolak Peluru

atlit tolak peluru

Seperti yang sudah dibahas tadi jauh dekatnya lemparan tergantung dari ukuran tubuh dan energi atlet.

Walaupun tidak selalu begitu, namun atlet yang memiliki tubuh besar maka akan mendominasi dalam suatu pertandingan.

Saat postur tubuh atlet mempunyai tinggi yang pendek maka cenderung akan menggunakan gaya spin dan atlet yang memiliki tubuh tinggi sering menggunakan gaya glide atau meluncur.

Didalam sejarah prestasi tolak peluru ada tiga orang yang menjadi legenda hingga sampai saat ini.

Yang pertama yaitu Randi Barnes yang berasal dari Amerika Serikat dengan yang memecahkan rekor dunia tolak peluru lapangan luar dan dalam dengan jauh lemparan 22.66 meter dalam 23.12 meter luar.

H. Penutup

Itulah pembahasan materi tolak peluru yang bisa cakbagus bagikan untuk anda. Semoga dengan adanya materi tolak peluru ini bisa menambah wawasan dan keahlian kita, terlebih lagi yang menyukai permainan ini.

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *