Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Pengalaman Mendaki Gunung Andong

4 min read

gunung andong

Gunung Andong merupakan gunung yang populer di kalangan para pendaki, terutama pendaki yang berasal dari Jawa Tengah. Karena Gunung Andong berlokasi di Magelang Jawa Ttengah.

Gunung yang  tidak terlalu tinggi, namun banyak yang mendaki ke gunung ini. Karena jalur yang di tempuh tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak waktu hingga tiba di puncak gunug.

Gunung Andong memiliki ketinggian 1.726 Mdpl, cocok untuk di daki, terutama pendaki pemula seperti saya.

Rencana mendaki Gunung Andong

rencana mendaki gunung andong

Saya dan teman-teman pesantren, berencan mendaki Gunung Andong pada saat liburan tiba. Sambil menunggu liburan, kami mempersiapkan apa saja yang di butuhkan, mulai dari perjalanan sampai berada di puncak.

Baik kebutuhan sendiri seperti: jaket, sepatu, dan juga kebutuhan untuk bersama-sama, seperti: tenda, sliping bag, kompor portable dan lain-lain.

Sehingga ketika datang waktu libur tiba, tidak terlalu repot untuk mempersiapkan barang-barang yang harus di bawa.

Keberangkatan

Trip Gunung Andong

Ujian pesantren selesai, dan waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Waktu libur yang di berikan guru tidak terlalu banyak, hanya satu minggu saja, namun itu cukup untuk merefresh otak.

Maka dari itu kami gunakan untuk mendaki gunung, untuk melihat pemandangan alam dan memuji kebesaran Allah yang telah menciptakan.

Saat semuanya sudah kumpul, kami berjalan menggunakan sepeda motor masing-masing, dengan di pimpin oleh ketua kelas. Masing-masing setiap satu sepeda motor untuk dua orang .

Di perjalanan kami mengisi bahan bakar sepeda motor, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti kehabisan bahan bakar di tempat yang tidak ada penjual bahan bakar.

Rute menuju Gunung Andong

Rute Menuju Gunung Andong

  • Pendakian via Dusun Sawit.
  • Pendakian via Dusun Pendem.
  • Pendakian via Dusun Gogik.

Sebenarnya ada 3 rute untuk menuju Gunung Andong. Namun kami memilih rute pendakian via Dusun Sawit.

Tempat Penitipan Kendaraan

Gapura Gunung Andong Via Sawit

Kami beristirahat sejenak di tempat penitipan kendaraan, sekaligus membeli tiket masuk Gunung Andong. Sambil mengumpulkan tenaga untuk meneruskan perjalanan pendakian Gunung Andong.

Setelah tenaga terkumpul, kami mulai melakukan perjalanan dari tempat penintipan kendaraan hingga gapura pendakian gunung andong.

Jarak antara tempat penitipan kendaraan ke gapura gunung andong via Dusun Sawit kurang lebih sekitar 1 Km. lumayan melelahkan bagi pendaki pemula seperti saya apalagi sambil menggendong ransel yang tidak biasa di gunakan.

Kami beristirahat sejenak sambil berfoto-foto sebentar di bawah gapura pendakian gunung andong  via Dusun Sawit. Karena spot untuk mengabadikan gambar cukup baik apalagi di kelilingi oleh sayuran kubis

Pos Satu Watu Pocong

Puncak Gunung Andong

Setelah istirahat cukup, kami melanjutkan perjalanan dengan di awali doa bersama, yang di pimpin oleh ketua, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Berdoa selesai, dan kami mulai berjalan tapak demi setapak menelusuri jalan yang berliku. Sambil menilkmati pemandangan sayuran kubis di sekitar jalan yang kami tempuh.

Jejak kaki terus pergi, dan pemandangan sayuran kubis mulai tidak terlihat, sedangkan perjalanan mulai menanjak.

Untuk sedikit menghilangkan lelah, ada sebagian teman saya sambil mendengarkan lantunan lagu ataupun nasyid.

Namun kaki tidak pernah bisa bohong, karena pegal di sekujur kaki mulai datang. Bahkan ada yang berncengkrama ke batang pohon untuk membantu berjalan.

Gubuk pos satu sudah mulai terlihat, semangat terus bertambah setelah melihat pos satu. Dan ingin cepat meraihnya, untuk beristirahat dan menghilangkan lelah.

Setelah kami sampai di pos satu, kami istirahat terlebih dahulu dengan minum seteguk air mineral yang kami bawa di dalam ransel.

Sesekali memakan roti untuk mendapatkan energi tambahan, bahkan ada pula yang mengunyah permen karet dan gula jawa.

Pos Dua Gubuk Teduh

Puncak Gunung Andong

Istirahat yang cukup, membuat kami bersemangat kembali untuk menaklukan gunung andong. Perjalanan di mulai kembali dengan semangat yang berkobar-kobar.

Terus berjalan menelusuri perjalanana yang berliku dan menanjak yang sedikit demi sedikit menguras tenaga kami. Namun salah satu teman saya berkata “nanti akan terbalaskan oleh keindahan puncak gunung andong“.

Kami pun terus melangkah, sampai pada akhirnya kami sampai di sebuah gubuk yang teduh dan cocok untuk kami jadikan tempat per istirahatan sementara. Dan ternyata itu adalah pos dua.

Duduk dan sambil merebahkan badan ke batang pohon sekitar, sambil memuji kebesaran Allah.

Pos dua lumayan tinggi, sehingga kami bisa melihat pemandangan indah, kendaraan di bawah terlihat seperti mainan, rumah warga terlihat seperti rumah-rumahan.

Sesekali kami mengabadikan pula gambar di pos dua dengan muka lelah, yang kami tunjukan ke kamera.

Puncak Gunung Andong

Tiba di Puncak Gunung Andong

Puncak Gunung Andong

Istirahat yang cukup, membuat kami ingin segera melanjutkan perjalanan. Namun perjalanan yang kami tempuh ternyata semakin terjal dan berliku. Sehingga membutuhkan tenaga extra untuk menaklukan puncak Gunung Andong.

Namun kami hadapi dengan genggaman tangan, dan memberikan semangat antara satu dengan yang lainnya.

Ada salah satu teman kami yang kelelahan dan nyaris pingsan, namun kami berhenti sejenak dari perjalanan. Wajar memang dari kami kebanyakan pendaki pemula semua, belum berpengalaman.

Minum air mineral sejenak, dan membasahi kepala agar tambah semangat. Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali.

Tidak lama kemudian puncak Gunung Andong kelihatan, sehingga semangat untuk meraih puncak Gumumh Andong ingin cepat di raih, untuk melihat pemandangan yang menakjubkan.

Namun perjalanan sedikit memutar, sehingga tidak membuat para pendaki terlalu kelelahan untuk tiba di puncak Gunung Andong.

Dan pada akhirnya kami berhasil menaklukan puncak Gunung Andong. Minum seteguk air mineral dan melihat keindahan alam dari atas puncak Gunung Andong sehingga rasa capai pun hilang seketika.

Membuat tenda di atas ketinggian 1.726 Mdpl

Puncak Gunung Andong

Hal yang kami lakukan setelah tiba di puncak Gunung Andong, adalah membuat tenda. Karena hari semakin malam. Dan bintang-bintang mulai mengeluarkan cahaya indahnya.

Ngopi di atas ketinggian 1.726 Mdpl

Puncak Gunung Andong

Malam itu kami di temani beberapa cangkir kopi. Selain untuk memberikan kehangatan pada tubuh, juga untuk mencairkan suasana, sambil ngobrol dan berbagi cerita untuk di ceritakan di kemudian hari.

Cahaya bintang terlihat indah di atas ketinggian 1.726 Mdpl, dan suasana sunyi kami rasakan. Indah ya ternyata di puncak gunung, tidak terdengar suara lalu lalang kendaraan! “ ujar arif “.

Karena suasana sunyi seperti itu jarang kami temukan. Apalagi yang rumahnya perkotaan yang hanya terdengar suara knalpot kendaraan dan mesin pabrik.

Solat Subuh di atas ketinggian 1.726 Mdpl

Puncak Gunung Andong

Beberapa cangkir kopi habis, demikian pula dengan bahan obrolan, sedangkan malam semakin larut. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur. Agar besok kami bisa melihat sunrise yang indah.

Para pendaki lain terdengar, dan mulai beraktivitas. Ternyata waktu subuh sudah tiba. Akhirnya kami bangun dan bertayamum saja. Di lanjutkan dengan solat subuh berjamaah.

Melihat sunrise dan berfoto-foto

Puncak Gunung Andong

Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Indah rasanya melihat matahari terbit di atas ketinggian 1.726 Mdpl. Matahari semakin meninggi, sinarnya memberikan kehangatan ke semua makhluk bumi.

Spot untuk berfoto pun menarik dan cantik, di tambah dengan view kabut yang menyelimuti Gunung Andong. Lengkap sudah pemandangan pada saat itu.

Setelah itu kami makan-makan dengan perbekalan yang kami bawa di dalam ransel. Dan ada juga yang menghidupkan kompor portable, untuk memanaskan air dan membuat beberapa cangkir kopi. Dan kami makan bersama dengan nikmat dan lahap.

Turun dari ketinggian 1.726 Mdpl

Puncak Gunung Andong

Ngopi sudah, makan sudah, foto-foto sudah, sedangkan hari mulai siang, matahari menjulang tinggi. Sudah saatnya kami turun dari Gunung Andong.

Tenda di lipat kembali dan di masukan ke dalam ransel. Perlengkapan di rapihkan dan siap-siap turun dari ketinggian.

Ternyata turun dari Gunung tidak seperti naik Gunung, saya kira turun Gunung tidak terlalu memakan tenaga. Ternyata turun gunung pun membutuhkan tenaga dengan tumpuan kaki yang kuat, karena menahan berat badan.

Namun itu kami lalui dengan perlahan. Jika lelah menghampiri, sesekali kami berhenti sejenak untuk istirahat. Dan mendengarkan kicauan burung yang indah.

Tiba di Tempat Penitipan Kendaraan

Lereng Gunung Andong

 

Tiba di tempat penitipan kendaraan kira-kira menjelang azan duhur. Dan kami istirahat sejenak, sambil menunggu waktu duhur tiba.

Merebahkan badan di dalam masjid, untuk mengumpulkan tenaga perjalanan pulang.

Setelah solat duhur di laksanakan, barulah kami pulang dengan memanaskan mesin sepeda motor terlebih dahulu. Setelah itu baru bergegas untuk pulang.

Dan di pertengahan jalan kami mampir ke pertamina untuk membeli bahan bakar. Tiba di pesantren menjelang asar dan setelah solat asar bersih-besih badan dan istirahat.

Terima kasih sudah baca pengalaman saya dan teman-teman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *