Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Pengalaman Menjadi Reseller Sukses Dengan Modal Nekat

4 min read

Cara Menjadi Reseller Sukses

Dalam tulisan ini saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman saya, ketika menjadi Reseller sukses dengan modal nekat.

Meski mungkin bagi pembaca tulisan ini dibilang receh.

Tetapi saya yakin 80% yang membaca tulisan saya ini, akan mendapatkan ilmu dan meniru apa yang saya lakukan.

Dan hasilnya pun akan sukses seperti saya.

Baca terus ya..

Awal mula jadi Reseller

Cara Menjadi Reseller Sukses

Ketika saya masuk kedalam perpustakaan sekolah, dari begitu banyaknya buku yang tersimpan di rak buku.

saya melihat salah satu buku dengan warna yang unik dan judul yang menarik, sehingga saya tertarik untuk mengambil dan membacanya.

Setelah saya dapatkan buku tersebut, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tempat yang pas untuk membaca buku, mulai dari tempat duduk yang nyaman, dan pencahayaan  yang stabil.

Dan saya memilih nya di pojok  perpustakaan dekat jendela kaca yang terbuka.

Saya merasa heran, ko ada buku motivasi, buku novel, atau cerita fiksi di dalam perpustakaan sekolah.

Karena setahu saya, buku di dalam perpustakaan sekolah itu biasanya buku-buku mata pelajaran, ataupun buku seputar pendidikan.

Namun ketika saya buka cover bukunya, disitu tertulis nama yang tidak saya kenali, ternyata buku tersebut adalah buku alumni terdahulu, yang di wakafkan dan di simpan di perpustakaan sekolah.

Tanpa basa-basi lagi, langsung saya baca isi dari buku tersebut, halaman per halaman yang memberikan motivasi terhadap pembaca nya, terutama muslim untuk menjadi orang kaya dan sukses.

Di dalam buku tersebut di ceritakan pula tokoh-tokoh muslim kaya, yang berjasa bagi umat dan agama.

Seperti Abdurrahman bin Auf, Ustman bin Affan dan lain – lain.

Tanpa pikir panjang, otak saya berputar 180% celcius, ingin menjadi seperti mereka dan ingin meniru kebaikan, seperti apa yang sudah di contoh kan oleh para muslim milioner pada masa rasulullah saw.

Yuk kita mulai untuk menjadi Reseller sukses dengan modal nekat. Kalau gak berani jangan ditiru ya.

Tetapi kalau gak berani anda tidak akan memulai, tetapi tenang saja, setelah anda membaca tulisan ini, saya yakin anda berani dan mampu melakukannya.

Menentukan produk yang akan di jualCara Menjadi Reseller Sukses

Awalnya saya sempat bingung juga, ketika hendak memulai berjualan, bingungnya mengapa? ya bingung.

Apa yang mau di jual?

Modalnya dari mana?

Mencari agen nya di mana?

Ketika pikiran saya di hadapkan dengan hal-hal seperti itu.

Seolah-olah saya dapat gangguan dari setan, agar saya tidak memulai dan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

Seperti setan yang mengganggu orang yang hendak solat agar tidak khusu.

Saya memilih tiduran, dan memejamkan mata sejenak, untuk mendapatkan ide yang dapat membantu saya untuk memulai jualan.

Hal pertama yang saya lakukan adalah, menentukan dulu jenis apa yang akan saya jual, kalau masalah modalnya dari mana dan agen nya di mana, entar dulu deh. Jangan di pikirkan dulu.

Jangan di mengira, karena saya punya modal, sehingga saya tidak memikirkan modalnya darimana. Itu karena saya tidak mau pusing saja.

Suara azan asar terdengar, namun belum ada satu pun ide yang masuk untuk jualan. Kasihan banget dari siang berpikir, sambil di bawa tidur, tetapi belum ada satu pun ide untuk jualan…

akhirnya saya ambil air wudu dan salat berjama’ah. Sampai salat pun masih ke pikiran tuh. he he. Astagfirullah.

Begitu keluar dari masjid, ada salah satu adik kelas saya yang kehilangan sandal, ya biasa lah namanya juga hidup di pondok, terkadang barang hilang sudah biasa, entah di gosob atau hilang beneran.

Di situlah otak saya seolah-olah mendapatkan momen untuk berjualan sandal. Kesenangan yang hakiki di dapat dari penderitaan orang lain yang dari siang otak saya berpikir mencari ide.

Reseller Sandal Woles

Cara Menjadi Reseller Sukses

Adik kelas saya panik, karena sandal satu-satunya hilang, dan saya sedikit menenangkan, dan mengajak untuk membeli sendal baru ke pasar.

Saya mendatangi kantor pesantren untuk meminjam kunci motor pondok, dengan alasan mengantar adik kelas untuk membeli sandal ke pasar.

Setiba di pasar, sandal yang di pilih adik kelas saya adalah Sandal  Woles.

Karena memang pada saat itu Sandal Woles adalah sandal yang lagi populer, dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kalau tidak lupa sekitar Rp12.000  per satu pasang sandal.

Setelah adik kelas saya membelinya. Saya bertanya-tanya kepada penjual nya. Meski sebelumnya saya takut di tolak.

Karena penjual nya adalah ibu-ibu, jadi sedikit tenang, dan kelihatannya juga orang baik. Kurang lebih seperti ini percakapan nya.

Saya : Bu, boleh tidak, jika saya menjualkan barang dagangannya ibu ?

Penjual : Mau di jual di mana ?

Saya : di jual di pondok bu

Penjual : O iya silakan, saya juga dulu pernah menjualkan barang dagangannya orang, ketika saya kuliah

Saya : O begitu ya bu, saya juga belajar sih bu, mau mencoba – coba dulu saja.

Kesepakatan dengan agen

Dan Alhamdulillah si penjual nya menerima dengan baik, dan malah  di kasih motivasi pula. 12 pasang sandal di masukan ke dalam plastik.

Sebenarnya si ibu menawarkan lebih banyak pasang sandal untuk saya jualkan, tetapi saya bilang 12 pasang sandal saja dulu bu, kalau sudah laku, baru saya ambil lagi.

Rasa gugup, tegang, pun senang, bercampur aduk pada sore itu. Ketakutan memulai terbayar sudah oleh keberanian untuk memulai.

Dan ketika perjalanan menuju pondok, rasa sedikit tak percaya masih ada dalam pikiran, bagaimana tidak ! datang ke pasar tidak bawa modal, pulang-pulang bawa sandal.

Dan anehnya si ibu-penjual tadi percaya sama saya, dan tidak menanyakan kartu  pelajar ataupun Kartu tanda penduduk.

Sekalipun minta Kartu tanda penduduk, tentunya tidak akan saya berikan, karena umur saya saja belum mencukupi untuk membuat Kartu tanda penduduk.

Pemula Tidak Percaya Diri

Teman- teman pada penasaran dan bertanya-tanya tentang isi dalam plastik yang saya bawa.

Awalnya saya malu dan tidak menjawabnya, namun karena rasa penasaran mereka begitu tinggi. Akhirnya saya beritahukan, bahwa apa yang saya bawa adalah sandal.

Rasa penasaran mereka tidak berhenti sampai di situ, Justru malah naik sampai level tertinggi.

Buat apa beli sendal sebanyak itu?

Saya hanya jawab dengan senyuman saja. Biar mereka menemukan jawaban nya sendiri.

Saya jual sandal tersebut dengan harga pasaran, yaitu Rp 12.000 dengan setoran ke si ibu tadi Rp 10.000 per satu pasang sandal, sesuai kesepakatan di awal.

Jadi saya hanya mendapatkan Rp 2.000 per satu pasang sandal. Keuntungan yang tidak terlalu banyak namun mendapatkan pengalaman yang bisa di bilang mahal.

Jualan pulpen

Cara Menjadi Reseller Sukses

Setelah jualan sandal lancar, kurang lebih 1 sampai 2 bulan, akhirnya saya memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa saya jual ke teman-teman saya.

Karena pulpen adalah senjata para siswa untuk belajar, terkadang tidak sedikit siswa yang tidak memperhatikan alat tulis sekolah, atau kurang rajin.

Entah menyimpan barang-barangnya ataupun lupa membawa ke sekolah. Namun jualan pulpen ini tidak seperti jualan sendal yang bisa di bayar setelah laku.

Tetapi harus bayar di awal, atau beli terlebih dahulu. Jadi kalau barangnya tidak laku, saya sendiri yang rugi.

Jualan pulpen tidak terlalu banyak untungnya, yang ada malah ketika teman-teman kehilangan pulpen, mereka semua menuduh saya, bahwa saya yang telah mengambilnya, dengan catatan supaya mereka beli ke saya.

Padahal tidak.

Reseller Seragam Sekolah

Cara Menjadi Reseller Sukses

Jualan pulpen hanya bertahan satu bulan dan tidak lebih. Akhirnya saya memutuskan untuk jualan seragam sekolah.

Saya menawarkan kepada teman, ataupun adik kelas saya, agar mereka tidak repot-repot pergi ke pasar untuk membeli perlengkapan sekolah.

Dan Alhamdulillah, lumayan berjalan lancar, karena mereka pikir, kalau beli sendiri harus izin terlebih dahulu kepada guru, dan membayar sejumlah uang yang telah di tentukan.

Reseller sarung kaki

Cara Menjadi Reseller Sukses

30 menit sebelum kegiatan belajar di mulai, biasanya siswa berkumpul di masjid, untuk membacakan Asmaul husna, setelah itu di lanjutkan dengan memeriksa siswa yang tidak menggunakan seragam lengkap, termasuk sarung kaki.

Terkadang ada siswa yang di panggil dan di hukum, gara-gara tidak menggunakan sarung kaki.

Melihat dari kejadian seperti itu, langsung saya mencari agen sarung kaki yang mau di ajak kerja sama.

Dan saya jual kepada siswa yang membutuhkan, terkadang sebelum kegiatan jam belajar di mulai sudah laris manis.

Karena mereka membeli Bb ( butuh barang ).

Sekian pengalaman menjadi reseller sukses dengan modal nekat. Terkadang kita butuh nekat untuk mendapatkan sebuah lompatan yang mustahil.

Sekian.

 

 

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *