Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Pengalaman Naik Banana Boat Di Pantai Anyer

3 min read

Dalam tulisan ini saya akan menceritakan tentang keseruan naik Banana Boat di Pantai Anyer.

Bagi anda yang belum pernah naik Banana Boat, sebaiknya baca terlebih dahulu artikel ini, karena anda akan menemukan keseruan dari cerita ini.

Baca terus ya.

Bicara Tentang Liburan

Pantai Anyer
unsplash.com by : fezbot2000

Pada hari itu, kami duduk-duduk dan ngobrol ringan di warung kopi, Karena memang kami sudah tidak memiliki jadwal pelajaran,  karena tiga hari yang lalu kami telah selesai melaksanakan Ujian Nasional.

Memang pada masa itu, yang ada di pikiran kami adalah mengukir kenangan sebelum berpisah nanti. Dan rencana untuk berlibur itu tercipta dari warung kopi.

Sebenarnya yang mengawali liburan itu dari perkataan salah satu teman saya, yaitu Ridwan. “dari pada tiap hari ngopi terus, mending kita liburan yuk, ke pantai?” tutur Ridwan.

Kemudian Agus menyambut ajakan Ridwan : “boleh juga tuh, mendingan kita liburan aja, mumpung belum berpisah”.

Disitulah awal mulanya liburan.

Selanjutnya kami mengajak teman-teman yang lain, dan mereka setuju. Bahkan mereka menyambut dengan gembira.

Pantai Anyer

Pantai Anyer
unsplash.com by :shifaaz shamoon

Pantai Anyer menjadi pilihan kami berlibur, meski sebenarnya masih banyak pantai yang lebih dekat. Namun kami menginginkan pantai yang bagus. Agar kenangan yang tercipta pun bagus.

Sewa Angkot

Pantai Anyer
unspash.com by :francis farago

Setelah itu kami menentukan kendaraan yang akan mengantarkana kami ke Pantai Anyer, karena jika menggunakan sepeda motor, harus membutuhkan banyak sepeda motor, di tambah lagi harus menggunakan helm, dari kami tidak ada yang punya.

Selain itu juga, agar kebersamaan tercipta.

Mobil Angkot menjadi pilihan kami.

Ketika kami melihat mobil angkot, yang berjalan di jalan raya yang sedang mencari penumpang, kemudian kami menghampiri dan menawarkan mobilnya untuk di sewakan kepada kami.

Dan supir angkot tidak keberatan dengan permintaan kami. Dengan kesepakatan kami sewa  Rp 300.000 untuk antar jemput. Sewa angkot yang lumayan di bilang mahal. Namun kami tidak mempermasalahkan nya, yang penting kami bisa liburan bersama sebelum berpisah.

Berangkat Ke Pantai Anyer

Sekitar pukul 08:00 pagi kami berangkat, memang sengaja berangkat pagi-pagi, agar kami mendapatkan waktu yang cukup ketika di pantai nanti, dan liburan pun memuaskan.

Kami tidak membawa perbekalan yang banyak, hanya saja kami berhenti dulu di sebuah toko swalayan, untuk membeli cemilan. Karena jika membeli cemilan di pantai, harganya mahal-mahal.

Cemilan yang kami beli : Potato, Tango, Kacang garuda, Sukro, dan lain-lain.

Beli Tiket

Pantai Anyer
unsplash.com by :mel poole

Kurang lebih tiga jam perjalanan, dan kami sampai di Pantai Anyer. Sebelum masuk Pantai, kami membeli tiket masuk terlebih dahulu. Hanya sepuluh ribu rupiah saja, uang yang kami keluarkan untuk satu orang.

Kemudian petugas pantai membuka portal dan mempersilahkan kami untuk masuk.

Setelah turun dari angkot, kami mencari jasa penyewaan tikar. Karena biasanya kalau di pantai banyak orang yang menyewakan tikar.

Dan tidak lama kemudian kami mendapatkan tikar dengan harga sepuluh ribu rupiah per satu tikar, dan kami menyewa dua tikar sekaligus, selain untuk bersantai, juga untuk meletakan ransel.

Makan Cemilan Di Pinggir Pantai

Pantai Anyer
suara.com

Deburan ombak terdengar di bibir pantai, angin laut tertiup kencang menyambar kelopak mata, kepiting terseret derasnya ombak.

Sedangkan kami hanya menyaksikan keindahan pantai yang Allah ciptakan, sambil memuji keagungannya.

Kami duduk di atas tikar yang kami sewa tadi, di temani cemilan ringan, dan perbincangan kami semakin asik, karena mungkin itulah terakhir kami mengukir kenangan bersama-sama.

Di sudut pantai terlihat orang yang jualan Es Kelapa Muda, tenggorokanpun seolah-olang berjalan sendiri, karena ingin merasakan kesegaran yang ada padanya.

Kemudian Doni yang membeli Es kelapa Muda, dan suasana pada saat itu memang indah, kami merasakan apa yang belum pernah kami rasakan sebelumnya.

Sewa Banana Boat

Pantai Anyer
lapaktrip.com

Ini saatnya yang kami tunggu-tunggu, tidak lengkap rasanya jika ke pantai hanya makan cemilan dan minum Es Kelapa saja. Karena banyak keseruan yang ada di pantai jika kita ingin merasakannya.

Kemudian kami mencari penyewaan Banana Boat untuk menambah keseruan liburan kami.

Awalnya kami mendapatkannya, namun harganya terlalu mahal dari yang biasanya. Dan kami pun mencari lagi dengan harga sewa seperti biasanya, yaitu Rp 50.000.

Setelah lama mencari, akhirnnya kami mendapatkan dengan harga yang seperti itu.

Dan kami melepas pakaian, hanya menggunakan kaos dan celana pendek saja.

Keseruan Di Atas Banana Boat

Pantai Anyer
kelleterre.com

Satu persatu mulai menaiki Banana Boat. Setelah semuanya naik, Banana Boat meluncur dengan cepat, menerjang ombak-ombak yang berjalan menuju tepi pantai, gemuruh angin terdengar lebih kencang, dan tidak lama kemudian Banana Boat berbelok seketika, dan kami terjatuh dari Banana Boat.

Canda tawa bersama, kemudian kami naik kembali ke atas Banana Boat, kemudian berpegangan lebih erat lagi, karena kami tahu bahwa kami pasti akan di jatuhkan lagi.

Namun tetap saja, meski kami berpegangan erat, kami tidak bisa menolak untuk tidak jatuh, karena kecepatan Banana Boat lebih kencang dari pegangan kami.

Untuk ketiga kalinya kami di jatuhkan oleh Banana Boat, badan kami terapung di atas air, karena sebelumnya kami memakai alat pelanmpung, sehingga kami tidak tenggelam ketika kami terjatuh Dari Banana Boat.

Pengalaman yang indah, bisa berenang di tengah laut, meski menggunakan alat pelampung. Tertawa dan paniK yang kami rasakan ketika berada di tengah laut.

Selesai Naik Banana Boat

Pantai Anyer
turbosquid.com

Banana Boat yang kami sewa, hanya berputar tiga kali saja, setelah itu kami di antarkan ke tepi pantai, dan terdorong oleh ombak yang hendak menepi.

Tiba di tepi pantai, kami bermain pasir, karena memang pasir nya bisa di bilang bagus, warnanya putih dan halus seperti gula pasir.

Sambil menunggu sore, kami memandangi keindahan laut yang luas. Air laut dengan langit terlihat menyatu padu dan indah.

Awan merah terlihat di atas ketinggian air yang biru, ternyata hari sudah sore, dan kami bergegas untuk membersihkan badan dan mengganti pakaian yang basah.

Pulang

Pantai Anyer
serikatnews.com

Setelah itu kami menuju Mobil Angkot yang ter parkir. Dan kami mulai memasuki  Mobil Angkot dengan rasa lelah, karena seharian main di laut. Beberapa butir air laut hinggap di rambut kepala kami. Dan rasa lengket air laut menyelimuti wajah kami.

Angkot mulai melaju, sedangkan kami bersandar ke jendela angkot yang tertutup, untuk menghilangkan rasa lelah.

Langit semakin gelap sedangkan kami belum makan sore.

Ketika Mobil Angkot melewati rumah makan. Kemudian kami meminta kepada supir untuk berhenti sejenak, untuk membeli makan. Makan seadanya, karena uang  yang tersisa hanya sedikit, yang penting semuanya bisa makan.

Mobil Angkot kembali melaju, dan meninggalkan rumah makan tadi. Dan kami tiba di sekolah pada malam hari.

Cerita indah terukir di akhir sekolah.

Terimakasih sudah membaca artikel ini, untuk masukan silahkan tulis di kolom komentar.

 

 

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *