Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Pengalaman Nyantri Di Pondok Aridho Klaten

5 min read

Pondok Aridho Klaten

Cakbagus – Setelah lulus aliyah, saya melaksanakan tugas pengabdian selama satu tahun. Selama satu tahun itu, saya di didik untuk menjadi pengajar yang baik.

Meski memang di awal-awal menemukan rasa gugup, itu adalah hal yang biasa di rasakan bagi setiap pemula.

Tidak hanya saya yang mengabdi, ada juga pengabdian dari luar banten, yaitu dari Pondok Aridho Klaten.

Saya bertemu dengannya, sekamar dengannya, dengan status yang sama juga, bisa di sebut guru pengabdian.

Setelah lama kenal, dia menjelaskan kepada saya tentang Pondok Aridho Klaten. Dari mulai pondok nya, kurikulum nya, serta kegiatan sehari-hari di Pondok Aridho Klaten.

Pondok Aridho Klaten adalah pondok yang berbasis Al-Qur’an, menghafal  Al-Qur’an, dan memahami isi kandungan yang ada di dalamnya.

setelah mendengarkan penjelasan dari teman saya, akhirnya saya tertarik untuk mendaftar ke Pondok Aridho Klaten, namun terlebih dahulu saya meminta izin kepada kedua Orang Tua saya.

Karena keridhoan Allah berada di dalam Ridhonya Orang Tua.

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.(Hadits riwayat Hakim, ath-Thabrani).

 

Mendapatkan Izin Dari Orang Tua

Pondok Aridho Klaten
wajibbaca.com

Awalnya sedikit kesulitan untuk meyakinkan Kedua Orang Tua, agar saya di izinkan mondok di Pondok Aridho Klaten.

Dalam satu sisi, tempatnya terlalu jauh, namun dalam sisi lain juga, Kedua Orang Tua tidak terlalu mengerti tentang pondok Aridho Klaten.

Namun setelah saya jelaskan dengan rinci, akhirnya kedua Orang Tua mengizinkan saya untuk mondok di Pondok Aridho Klaten.

Mendaftar  Jadi Santri    

Pondok Aridho Klaten
unsplash.com by:northfolk

Setelah saya mendapatkan izin dari kedua Orang Tua, kemudian saya mendaftar untuk menjadi santri di Pondok Aridho Klaten.

Saya mendaftar dengan mengikuti gelombang ke dua.

Sebenarnya ada tiga gelombang pendaftaran yang di buka oleh Pondok Aridho Klaten, jika kuota belum terpenuhi, maka gelombang ke tiga di buka.

Saya mengikuti gelombang kedua karena saya tidak bisa mengikuti gelombang pertama.

Saya datang ke Pondok Aridho, unutk mendaftar sekaligus mengikuti ujian seleksi penerimaan santri baru. Berangkat dengan menggunakan mobil pribadi.

Setelah sampai di Pondok Aridho Klaten, saya di sambut oleh dewan guru, kemudian saya mendaftar dan mengikuti ujian seleksi yang di adakan oleh panitia penerimaan santri baru Pondok Aridho Klaten.

Ada beberapa jenis ujian penerimaan santri baru Pondok Aridho Klaten.

  • Tes bacaan Al-Qur’an.
  • Menghafal satu halaman dalam waktu 30 menit.
  • Membaca kitab kuning.
  • Ujian tulis ilmu pengetahuan islam.

Tes Bacaan Al-Qur’an

Saya mengikuti tes bacaan Al-Qur’an di ruang satu, dengan antrian ke tujuh. Panitia ujian penerimaan santri hanya mendengarkan ayat yang saya bacakan.

Setelah itu, saya menuju ruang dua untuk mengikuti ujian seleksi, menghafal satu halaman dalam waktu 30 menit.

Menghafal Satu Halaman Dalam Waktu 30 Menit

Lokasi ruang dua berada di masjid, dan para peserta di perintahkan untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu, kemudian memasuki masjid dan membawa mushaf Al-Qur’an.

Para peserta ujian seleksi di perintahkan untuk menghafal  satu halaman dari Al-Qur’an, yang sudah di tentukan oleh panitia, yaitu membaca satu halaman pertama dari surat Maryam.

Bagi penghafal pemula seperti saya, tentunya sangat kerepotan menghafal satu halaman dalam waktu secepat itu, karena biasanya satu halaman saya membutuhkan satu sampai dua hari.

Di tambah lagi, satu halaman itu adalah, halaman yang belum pernah saya hafalkan sebelumnya.

Dan ketika waktu yang sudah di tentukan selesai, mau tidak mau peserta harus menyetorkan hafalan yang sudah di tentukan panitia.

Namun saya hanya mampu menyetorkan seperempat halaman saja.

Membaca Kitab Kuning

Setelah selesai melaksanakan ujian menghafal satu halaman dengan waktu 30 menit, kemudian peserta ujian di arahkan menuju ruangan selanjutnya, yaitu kantor Pondok Pesantren.

Di kantor Pondok Pesantren kami di uji untuk membaca kitab kuning atau sering di kenal juga kitab gundul.

Satu persatu peserta ujian di panggil berdasarkan nomor ujian.

Sebelumnya saya belum pernah membaca kitab gundul, karena belum pernah belajar sama sekali.

Namun saya pernah belajar kaidah ilmu nahwu sorof, jadi sedikit-sedikit saya baca dengan menyasar saja.

Di saat ujian membaca kitab kuning selesai, kami di arahkan ke dalam ruang kelas, untuk mengikuti ujian tulis penerimaan santri baru.

Ujian Tulis Ilmu Pengetahuan Islam

Panitia ujian seleksi memasuki kelas dan membagikan dua lembar kertas soal ujian, dan selembar kertas jawaban ujian.

Setelah itu kami megisi soal-soal ujian yang berjumlah 40 butir soal pilihan ganda, dan 10 butir soal essay.

Setah mengikuti ujian tulis, kemudian di arahkan ke kantor Pondok Pesantren lagi, untuk mengikuti wawancara.

Wawancara

Inilah tahap terakhir ujian seleksi penerimaan santri baru, semua peserta akan di wawancara langsung oleh mudir pondok.

Berikut soal-soal wawancara yang di berikan mudir :

  • Ditanya tentang kesiapan mengikuti program Pondok selama dua tahun belajar, dan satu tahun tugas pengabdian.
  • Ditanya tentang izin kedua Orang Tua.
  • Ditanya tentang riwayat penyakit.
  • Dan lain-lain.

Setelah peserta ujian mengikuti lima tahap ujian seleksi penerimaaan santri baru, panitia membagikan makanan kepada peserta ujian yang telah mengikuti selama lima tahap itu.

Ujian seleksi penerimaan santri baru telah selesai di laksanakan, selanjutnya hanya menunggu pengumuman. Pengumuman akan di beritahukan melalui pos dan sms.

Pengumuman

Pondok Aridho Klaten
poltekkes-banjarmasin.ac.id

Selamat bahwa anda yang  ber :

Nama :

Alamat :

Di terima sebagai santri Pondok Aridho Klaten.

Yang telah mengikuti ujian gelombang ke dua, pada tanggal sekian dan sekian.

Kurang lebih seperti itu pengumuman yang saya dapatkan melalui sms.

Masa Adaptasi

Pondok Aridho Klaten
maxmanroe.com

Selanjutnya saya mengikuti masa adaptasi di Pondok Aridho Klaten. Mulai dari perkenalan, permainan, dan pengenalan terhadap warga sekitar.

Dalam masa adaptasi itu, santri baru tidak langsung menghafal Al-Qur’an. Namun kami di perintahkan untuk membaca Al-Qur’an sampai tiga kali hatam Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut yang bertujuan, untuk melancarkan bacaan santri baru. Sehingga setelah itu kami mampu menghafal dengan lancar.

Kegiatan sehari-hari

Pondok Aridho Klaten
unbsplash.com by:robert collins

Disini adalah kegiatan saya dan teman-teman ketika nyantri di Pondok Aridho Klaten.

  • 04 : 00 bangun dan solat tahajud.
  • 04 : 40 solat subuh berjamaah .
  • 05 : 00 menghafal Al-Qur’an.
  • 05: 30 menyetorkan hafalan,
  • 06 : 30 persiapan mandi dan sarapan ( senin & kamis puasa ),
  • 08 : 00 kegiatan belajar mengajar.
  • 11 : 00 kulailah.
  • 12 : 00 solat duhur berjamaah.
  • 12 : 15 mengulang hafalan pagi.
  • 13 : 30 makan siang.
  • 14 : 00 istirahat.
  • 15 : 00 solat asar berjamaah.
  • 15 : 30 mengulang hafalan kemarin.
  • 16 : 00 kegiatan mandiri.
  • 17 : 00 mandi & makan sore.
  • 18 : 00 solat magrib berjamaah & kultum.
  • 18 : 30 baca Al-Qur’an.
  • 19 : 00 solat isya berjamaah.
  • 19 : 15 persiapan hafalan untuk besok.
  • 22 : 00 istirahat.

Extrakulikuler untuk hari Sabtu dan Minggu :

  • Footsal.
  • football.
  • Panahan.
  • Renang.

Proses Menghafal

Pondok Aridho Klaten
voa-islam.id

Dari awal memang saya merasakan kesulitan untuk menghafal Al-Qur’an, entah memang karena pemula, ataupun karena masih banyak dosa.

Tetapi kalau menurut saya sih dua-duanya. Astagfirullah.

Namun saya bersyukur bisa nyantri di Pondok Aridho, dan di pertemukan dengan orang-orang soleh, yang keseharian nya menjaga Al-Qur’an.

Ayat per ayat saya baca, ayat per ayat saya hafalkan, ayat per ayat saya ulang-ulang, agar bisa melekat dalam otak dan jiwa saya.

Karena saya yakin bahwa allah pasti akan menjadikan mudah untuk menghafalkan nya.

Apalagi setelah saya membaca salah satu ayat dari Al-Qur’an, Bahwa belajar Al-Qur’an sudah di mudahkan oleh Allah.

Firman Allah Ta’ala:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)

Kalaupun kita menemukan kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an. Bertanda Allah sedang menurunkan cinta terhadap hambanya, agar hambanya tersebut terus berlama-lama dengan Al-Qur’an.

Tidak usah terburu buru untuk menghafalkan keseluruhan Al-Qur’an. Biarpun sedikit-sedikit yang penting istiqomah.

Al-Quran mengajarkan saya tentang :

  • Kesungguhan.
  • Kesabaran.
  • Keikhlasan.
  • Keistiqomahan.

Serta masih banyak lainnya.

Allah mendekatkan saya dengan Al-Quran melalui Pondok Aridho. Pondok yang sederhana dan jauh dari bermegah-megahan. Mampu mencetak generasi Qur’ani yang baik.

Ujian Semester

Pondok Aridho Klaten
kompasiana.com

Ujian semester ini ada beberapa tahap yang di lakukan.

Pertama : ujian tulis.

Kedua : ujian hafalan.

Kurang lebih sebulan waktu yang di gunakan untuk ujian, dua pekan untuk persiapan ujian, dan dua pekan di gunakan untuk ujian, dua pekan untuk ujian itu di bagi lagi, satu pekan untuk ujian tulis, dan satu pekan nya untuk ujian hafalan.

Rihlah

Pondok Aridho Klaten
instagram @bimay_bae

Setelah ujian semester, santri mengadakan rihlah ( rekreasi ).

Waktu saya nyantri dulu ada beberapa tempat yang kami jadikan untuk rekreasi.

Semester pertama : Pantai Goa Cemara.

Semsester kedua : Ungaran.

Semester ketiga : Gunung Andong.

Untuk semester ke empat kami tidak mengadakan rihlah, karena persiapan wisuda.

Wisuda Akhir

Pondok Aridho Klaten
instagram @bimay_bae

Setelah belajar selama dua tahun, barulah kami di wisuda. Bisa di bilang ini adalah detik-detik terakhir di pondok, sebelum semuanya melaksanakan tugas pengabdian.

Rasa bahagia menyelimuti kami, karena kami akan di wisuda, dengan di saksikan oleh para guru dan orang tua masing-masing, serta tamu undangan lainnya.

Satu persatu pembawa acara memanggil nama santri yang di wisuda untuk naik ke atas panggung, dewan guru memberikan sertifikat penghargaan, dan memakaikan kepada kami slendang hitam bertuliskan putih.

Setelah semuanya naik ke atas, kami foto bersama-sama dengan dewan guru.

Itulah sedikit pengalaman saya ketika nyantri di Pondok Aridho Klaten.

Dan masih banyak pengalaman yang seru, haru, sedih, dan lain-lain, yang belum saya ceritakan.

Terimakasih sudah membaca.

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *