Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Rumah Adat Bali

2 min read

Sebagai salah satu Pulau paling terkenal di Nusantara, Bali mempunyai beragam keindahan alam dan budaya, salah satunya ialah rumah adat Bali.

Rumah tradisional Bali adalah cerminan dari adat Bali yang kental dengan

nilai-nilai Hindu.

Aneka keunikan dan karakteristik dari sisi arsitektur atau filosofis yang terkandung di dalamnya menjadikan rumah tradisional Bali terlihat sangat menarik. Yuk pahami lebih lanjut pada pembahasannya dibawah ini.

A. Nama Rumah Adat Bali

rumah adat bali
rumah tradisional bali

Sebutan bagi rumah adat Bali yaitu “Gapura Candi Bentar”.

Dari luar, rumah tradisional Bali terlihat seperti istana kecil yang dikelilingi oleh dinding bata merah, penuh ukiran, ornamen, dan warna.

Kastil kecil ini memanjang dari utara ke selatan seperti bujur sangkar panjang.

1. Keunikan Rumah Adat Bali

Terdiri dari beberapa bangunan kecil yang letaknya terpisah-pisah.

•  Terdapat pura (tempat beribadah) di bagian depan rumah.

•  Ukiran di setiap dinding bangunan mempunyai makna berbeda.

•  Bentuk bangunan secara keseluruhan adalah persegi panjang.

•  Menggunakan aturan yang disebut “Asta Kosala Kosali” (fengshui Bali) dan didasarkan pada konsep Tri Angga (hierarki Hindu yang terdiri dari Nista, Madya, dan Utama).

B. Struktur Rumah Adat Bali

struktur rumah adat bali

1. Gapura Candi Bentar

Gapura Candi Bentar sebenarnya merujuk pada gerbang terluar atau gerbang utama untuk memasuki area halaman rumah.

Gapura ini terdiri dari dua bangunan candi yang dibuat dari tumpukan bebatuan yang dipahat/diukir, memiliki bentuk identik, dan diletakkan sejajar.

Selain sebagai pintu masuk, bangunan ini juga dijadikan sebagai tempat ibadah pemeluk agama Hindu, yang disebut dengan pura.

Meskipun memiliki bentuk yang identik dengan posisi paralel, gerbang ini ditempatkan secara terpisah dari satu ke yang lain dan tanpa penutup (atap).

Sebagai penghubung, terdapat pagar besi dan sejumlah tangga di bagian bawah. Di sekitar gerbang ini juga ada jenis ornamen dan patung sebagai simbol adat budaya Bali.

2. Sanggah

Sanggah adalah kuil keluarga yang merupakan tempat paling suci di rumah. Ruangan ini didedikasikan untuk tempat pemujaan para leluhur keluarga dan tempat berdoa kepada Tuhan. Umumnya, sanggah terletak di sisi timur laut.

Bangunan ini memiliki unsur budaya China yang dapat dilihat dalam bentuk dua patung penjaga di sisi kanan dan kiri pintu masuk.

Sedangkan di bagian dinding sanggah terdapat relief sejarah yang berisi pesan moral.

3. Meten / Bale Daja

bisa digunakan oleh kepala keluarga atau anggoa keluarga paling tua. Meten berada di paling utara rumah.

Di bagian pintu dan jendela ruangan ini, Anda akan melihat beberapa ukiran merak atau sapi Bali.

Sapi adalah salah satu hewan suci dan digunakan sebagai simbol untuk orang terhormat, seperti yang terlihat dalam budaya India. Sedangkan merak yaitu simbol orang terhormat pada budaya Tiongkok.

4. Bale Dauh

Bangunan ini bisa dipakai untuk semua anggota keluarga, kecuali yang tertua.

Bale dauh sama seperti meten yang tediri dari teras dan kamar untuk tidur.Hiasan dinding pada bangunan ini biasanya berupa tanaman merambat, yang melambangkan kemakmuran dan kesatuan keluarga.

5. Bale Dangin / Bale Gede

Bale dangin yaitu bangunan terbuka yang berada di sisi timur rumah. Di ini, biasanya terdapat satu tempat tidur kayu besar untuk acara Manusa Yadnya (upacara ritual untuk membersihkan jiwa).

Bangunan ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan upacara.

Di bagian depan tiang utama, Anda akan melihat patung garuda atau singa dengan dua sayap. Kedua hewan ini diyakini sebagai penjaga dari ilmu hitam, terutama saat keluarga menjalankan Manusa Yadnya.

6. Sake Enem

Sake enem adalah bangunan untuk para tamu, yang desainnya mirip dengan bale dangin, yaitu ruangan terbuka dengan dinding tunggal.

Bangunan ini biasanya terletak di sisi selatan.

7. Lumbung

Persis seperti namanya, bangunan ini merupakan tempat penyimpanan padi dan bahan pangan lainnya.

Bentuk bangunannya mirip dengan rumah panggung, biasanya terletak di belakang sake enem dan dekat dengan dapur.

8. Paon / Pewaregan

Paon alias dapur terletak di sisi selatan, yang digunakan sebagai ruang memasak dan menyimpan peralatan untuk menyembelih hewan dan memotong pohon, seperti pisau, kapak, dll.

Paon terdiri dari dua bagian. Bagian pertama bernama jalikan, yang merupakan area memasak. Dan bagian kedua adalah ruangan tempat menyimpan makanan dan peralatan memasak.

9. Angkul-Angkul

Angkul-angkul adalah gerbang tradisional Bali yang terbuat dari bata merah sebagai gawang, pintu kayu di bagian tengah, dan memiliki atap limas. Ukurannya lebih kecil dari gapura bentar.

Di sisi kanan dan kiri gerbang ini terdapat patung pria dan wanita dengan kedua telapak tangan di depan dada, yang mengisyaratkan ucapan selamat datang khas Bali (Om Swastiastu).

C. Ciri Khas Rumah Adat Bali

ciri khas rumah adat bali

Mempunyai gapura di bagian depan yang serupa dengan candi Hindu.

  Terbuat dari bebatuan atau bata merah.

  Penuh dengan ukiran dan patung.

  Terdiri dari beberapa bangunan kecil.

  Susunan bangunan berdasarkan aturan sakral.

D. Material Rumah Adat Bali

Dinding rumah tradisional Bali adalah tanah liat, popolan, batu bata, atau bebatuan yang disusun rapi sesuai dengan dimensi ruang yang akan dibangun.

Sedangkan bahan atap adalah campuran serat dan alang-alang atau genting tanah liat.

Dibandingkan dengan sejumlah jenis rumah adat lain di Indonesia, rumah adat Bali bias dibilang sangat unik. Dua ciri khas utamanya adalah terdiri dari beberapa bangunan terpisah dan terdapat pura di bagian depan rumah yang bentuknya mirip dengan candi Hindu.

 

Rumah Adat Sumatera Barat

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *