Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Rumah Adat Kalimantan Tengah

4 min read

rumah adat kalimantan tengah

Rumah Adat Kalimantan Tengah – Indonesia dibagi menjadi banyak provinsi, dimana setiap bagiannya terdiri atas budaya dan adat istiadat yang khas.

Hal ini membuat Indonesia begitu kaya dari berbagai sisi dan keanekaragaman yang tidak terbatas. Salah satu warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan ialah bangunan adat, contohnya rumah adat Kalimantan Tengah.

Tak hanya rumah adat saja, setiap daerah mempunyai tarian dan pakaian adat khas, yang sekaligus menjadi identitas dari suatu daerah.

Rumah adat di Kalimantan Tengah mempunyai bentuk dan filosofi yang unik, dimana bentuk ini disesuaikan dengan adat istiadat masyarakat setempat.

Penasaran seperti apa bentuk bangunan ini?

Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.

A. Mengenal Rumah Adat Kalimantan Tengah

rumah adat kalimantan tengah
rumah adat kalimantan tengah

Rumah adat yang dibangun pasti berhubungan dengan sejarah suku asli yang menetap pada masing-masing.

Singkatnya, sejarah keberadaan rumah yang menjadi warisan budaya Tanah Air ini berawal dari bagaimana satu kelompok suku menempati suatu daerah, kemudian melahirkan budaya dan adat istiadat yang diturunkan kepada generasi selanjutnya hingga saat ini.

Bangunan yang disebut sebagai rumah adat, dulunya adalah tempat tinggal suku yang mempunyai aturan sesuai adat istiadat yang berlaku.

Maka tidak heran apabila Anda melihat gambar bangunan adat tersebut, akan terlihat berbeda antara satu dengan yang lainnya, begitu pun dengan rumah milik suku di daerah lain.

Meski terkadang rumah adat di Indonesia terlihat mempunyai konsep yang sama yaitu rumah panggung, akan tetapi bila diperhatikan dengan bersama-sama, Anda akan menemukan banyak perbedaan bangunan di setiap daerahnya mulai dari bentuk dan detailnya.

Asal usul diciptakannya pun berbeda-beda, bergantung dari lingkungan dan aturan yang ada pada masing-masing suku setempat.

Setiap bangunan mempunyai arti dan filosofi tersendiri, termasuk rumah adat Kalteng yang terkenal mempunyai beberapa bentuk yang unik.

Daerah Kalimantan bagian Tengah dikenal dengan banyak keunikan budayanya, terutama suku aslinya sendiri ialah suku Dayak.

Namun secara luas, daerah ini juga didiami oleh suku Jawa dan Banjar. Maka dari segi budaya, ada percampuran di antara ketiganya yang berperan bersamaan.

Percampuran ini berhubungan dengan adanya aktivitas transmigrasi dan pendatang yang ikut mendiami Kalimantan Tengah.

Pada umumnya suku asli Kalimantan Tengah ialah suku Dayak yang mempunyai sub-etnis berupa Dayak Ngaju, Dayak Bakumpai, Dayak Maanyan, Dayak Ot Danum, Dayak Siang, Dayak Murung, Dayak Taboyan, Dayak Lawangan, dan Dayak Dusun.

Rumah adatnya sendiri yaitu rumah panjang yang bisa didiami oleh banyak keluarga sekaligus. Rumah ini namanya rumah betang.

Di dalamnya, ada banyak bagian ruangan, dimana setiap ruangan mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Contohnya adalah ruangan khusus untuk tempat para gadis belajar dan mendapatkan pendidikan, ruang sesajian, dan banyak lagi ruangan lainnya.

B. Jenis dan Nama Rumah Adat Kalimantan Tengah

nama rumah adat kalimantan tengah
rumah adat kalimantan tengah

Kalimantan Tengah mempunyai beragam bentuk dan jenis rumah tradisionalnya yang unik. Berikut adalah beberapa nama dan jenis rumah tradisionalnya yang berhasil kami rangkum.

1. Rumah Adat Betang Tambaba

rumah adat betang tambaba
rumah adat betang tambaba

Rumah adat betang pertama yaitu tambaba. Bangunan ini mempunyai desain yang menggambarkan kehidupan suku Dayak pada biasanya. Bahan baku utama rumah ini ialah berupa kayu dengan jenis ulin. Sehingga jika dilihat dari segi ketahanan arsitekturnya, tergolong sangat kuat.

Bangunan ini mempunyai bentuk persegi panjang dan manfaatnya sebagai tempat hunian untuk beberapa keluarga.

Karena dari segi desain masih sangat alami, jenis betang tambaba ini termasuk ke dalam salah satu warisan dan cagar budaya  yang direkomendasikan untuk Anda kunjungi bila sedang ke sana.

Artikel Terkait: Rumah Adat Kalimantan Selatan

2. Rumah Adat Betang Muara Mea

rumah adat betang tambaba
rumah adat betang tambaba

Seperti halnya nama bangunannya, rumah ini berada di desa Muara Mea. Rumah betang Muara Mea dibuat oleh para suku Dayak yang tinggal di sekitar Gunung Purei.

Berbeda dengan tambaba, desain dan arsitektur rumah ini terlihat lebih modern. Pada dindingnya diberi cat dan dilukis.

Jika Anda mengamatinya dengan seksama, gambarnya yang ada pada dinding menggambarkan identitas suku Dayak.

Beberapa wisatawan yang berdatangan ke rumah tradisional ini, biasanya sambil mengunjungi Taman Nasional Gunung Lumut yang berada tidak begitu jauh dari Muara Mea.

Lingkungan di sekitar bangunan adat ini masih terlihat alami karena dipenuhi rerumputan dan pepohonan.

3. Rumah Adat Betang Pasir Panjang

rumah adat betang pasir panjang
rumah adat betang pasir panjang

Rumah tradisional selanjutnya adalah jenis betang pasir panjang. Bangunan ini berada di Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun.

Memang di kabupaten ini masih banyak masyarakat asli suku Dayak yang menetap dan menghuni rumah-rumah betang pasir panjang, bahkan jumlah warganya bisa mencapai ribuan.

Tidak heran jika rumah tradisional Kalimantan Tengah yang satu ini masih digunakan dan sangat dijaga kelestariannya.

Tidak hanya rumah adatnya yang unik, masyarakatnya pun juga masih menjalani adat istiadat dan aturan adat hingga saat ini. Beberapa di antaranya ialah upacara adat, tarian-tarian, dan acara kesenian khas daerah setempat.

Dari segi desain dan arsitektur, pasir panjang terlihat lebih tinggi dan besar di bagian atapnya. Untuk pintu masuk utamanya pun lokasinya bukan di sisi yang memanjang, namun berada di sisi sampingnya lagi.

Panjang dan tinggi tangga rumah unik ini lebih banyak, tidak seperti betang lain yang pada umumnya hanya satu tangga panjang saja, dan menempel pada panggung rumah.

4. Rumah Adat Betang Toyoi

rumah adat betang toyoi
rumah adat betang pasir panjang

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, rumah adat Kalteng ini didiami oleh banyak keluarga. Bahkan bisa mencapai 20 keluarga dalam satu rumah. Termasuk pada rumah betang toyoi.

Rumah Betang ini diberi nama Toyoi karena orang pertama yang membangun rumah ini yaaitu Toyoi Panji. Menurut warga sekitar, rumah ini sudah berdiri lebih dari 150 tahun yang lalu.

Kayu ulin yang dipakai sebagai bahan dasarnya pun masih terlihat kokoh dan kuat. Memang beberapa kali rumah ini mengalami pembugaran atau renovasi, akan tetapi tidak ada perubahan yang signifikan.

5. Rumah Adat Betang Damang Batu

rumah adat betang damang batu
rumah adat betang damang batu

Berikutnya ada betang damang batu. Rumah adat ini berada di Gunung Mas, tepatnya desa Tumbang Anoi, Kahayan Hulu Utara. Jika warga sekitar ditanya siapa pendiri rumah dan kapan rumah ini dibangun?

Warga sekitar menjawab bahwa pendapat mereka Tamanggung Runjan yang berasal dari Tewah-lah yang membangunnya.

Tahun pembangunan rumah ini sekitar 1868, artinya ini menjadi salah satu rumah betang kepunyaan suku Dayak yang usianya sudah sangat tua. Damang batu arah bangunannya berhadapan langsung dengan sungai Kahayan.

6. Rumah Adat Betang Desa Tumbang Bukoi

rumah adat tumbang bukoi
rumah adat tumbang bukoi

Rumah khas milik Kalimantan Tengah berikutnya yang juga menjadi warisan budaya leluhur yaitu rumah betang Tumbang Bukoi.

Ya, rumah ini mempunyai nama atau disebut menggunakan nama lokasi berdirinya rumah itu sendiri yaitu desa Tumbang Bukoi, tepatnya di Mandau Talawang.

Rumah ini memang sudah mengalami beberapa kali pembugaran, akan tetapi tidak diubah dan tetap mengikuti desain serta arsitektur aslinya.

Seperti pengertian dari rumah adat sendiri yang bukan hanya sekadar hunian, namun juga jati diri dari pemiliknya dan teguh menjalani adat istiadat, serta melestarikan budaya asli.

7. Rumah Adat Betang Sei Pasah

rumah adat betang sei pasah
rumah adat betang sei pasah

Rumah tradisional Kalimantan Tengah terakhir bernama rumah betang Sei Pasah. tempatnya di desa Sai Pasah, Kapuas Hilir. Rumah betang ini telah dibangun ulang sehingga dari tampilannya tampak lebih modern Hal tersebut dikarenakan rumah aslinya telah hancur.

Area belakang rumah ini adalah area pemakaman berbentuk sanding yakni makam berupa kumpulan tulang yang ditaruh di sadung dan dilengkapi dengan patung penjaga.

Bangunan ini sendiri telah dijadikan museum oleh pemerintah setempat.

Indonesia memang mempunyai keanekaragaman budaya yang mampu memikat hati para wisatawan untuk mengunjunginya. Oleh karenanya, warisan kebudayaan yang diturunkan dari generasi ke generasi sudah sepatutnya kita jaga kelestariannya.

Semoga dengan mengenal rumah adat yang terdapat di Kalimantan Tengah ini mampu meningkatkan rasa cinta kita terhadap Tanah Air Indonesia.

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *