Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Rumah Adat Sumatera Barat

4 min read

rumah adat karo

Rumah Adat Sumatera Barat – Ibu Kota Sumatera Barat adalah Kota Padang. Provinsi ini berada di sebelah barat pulau Sumatera, seperti dengan namanya. Di bagian barat pulau ini juga masih banyak  pulau-pulau kecil lainnya.

Banyak sekali keunikan yang ada di provinsi ini yang sudah menjadi ciri khas daerah seperti memiliki rumah adat Sumatera Barat, tarian daerah, alat musik daerah dan makanan khas yang lezat. Kebanyakan penghuni di Sumatera Barat ini sebagian besar ialah masyarakat Suku Minangkabau.

Suku Minangkabau ini dipercaya sebagai penduduk asli dan mayoritas yang ada di sini. Suku Minangkabau biasa dikenal juga dengan orang Minang yang mempunyai ikatan dekat dengan suku Melayu yang dikenal mempunyai banyak budaya dan unik.

Penduduk di sana dikenal pandai berniaga, pandai memasak dan gemar sekali merantau. Salah satu simbol budaya dari provinsi ini ialah rumah adat Sumatera Barat. Lebih jelasnya berikut merupakan penjelasan tentang rumah adat ini secara lengkap.

A. Rumah Adat Sumatera Barat ( Rumah Gadang )

Nama rumah adat sumatera barat yaitu Rumah adat Gadang atau rumah adat Godang.

Rumah adat ini juga biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan sebutan Rumah Bagonjong dan Rumah Baanjuang.

Daerah Minangkabau yang diperbolehkan mendirikan rumah adat hanya pada kawasan yang telah berstatus nagari saja.

Rumah adat ini mempunyai ciri khas yang sangat unik yaitu bentuk atap rumah yang melengkung seperti tanduk kerbau dan badan rumah yang berbentuk seperti kapal.

Disebut Rumah Bagonjong karena bentuk atap yang runcing dan melengkung disebut Gonjong.

Asal Usul Bentuk Rumah Adat Gadang

Pertama kali yang akan dibahasa ialah bagian paling mencolok, yaitu atap rumah Gadang. Bentuk atap rumah Gadang yang hampir mirip dengan tanduk kerbau ini sering dihubungkan dengan cerita rakyat setempat yaitu “Tambo Alam Minangkabau”. Yang bercerita tentang kemenangan suku Minang melawan suku Jawa dalam hal adu kerbau.

Simbol-simbol yang mirip dengan tanduk kerbau sering dipakai, baik sebagai simbol atau pada perhiasan. Salah satunya yaitu pada pakaian adat Sumatera Barat.

Selain itu, asal usul rumah gadang juga sering dikaitkan dengan perjalanan nenek moyang orang Minang. Ceritanya, bentuk rumah gadang dibuat seperti bentuk kapal yang dipakai nenek moyang pada zaman dahulu.

Menurut cerita yang ada, kapal nenek moyang ini berlayar menuju hulu Batang Kampar. Setelah sampai di suatu daerah para awak kapal turun ke darat dan kapan juga diangkat ke atas daratan.

Kapal kemudian ditopang dengan kayu yang kuat agar bisa berdiri dengan tegak. Kapal tersebut diberi atap dengan cara menggantungkan layar pada tali yang terhubung pada tiang kapal tersebut.

Karena layar yang menggantung sangat berat sehingga tali-talinya membentuk lengkungan yang mirip dengan gonjong.

Kapal ini menjadi tempat berteduh sementara. Selanjutnya para awak kapal membuat rumah yang mirip sekali dengan kapal tersebut.

Setelah mereka sudah menyebar dan berketurunan, bentuk kapal yang bergonjong dijadikan sebagai acuan atau ciir khas rumah mereka.

Dengan ciri khas ini mereka menjadi lebih mudah mengenali keturunan mereka. Mereka akan mudah mengetahui bahwa rumah yang mempunyai gonjong ialah kerabat mereka. Dibalik rumah adat Sumatera Barat yang indah ini, ternyata ada filosofinya. Berikut ialah filosofi Rumah Gadang

Keunikan Rumah Gadang

Rumah Adat Sumatera Barat ini juga mempunyai keunikan tersendiri sama seperti rumah adat lainnya di Indonesia. Berikut ialah fakta menarik dari Rumah gadang yang belum diketahui secara keseluruhan.

1. Kondisi Ruangan Rumah Gadang

Ruangan dalam rumah gadang berbentuk empat persegi panjang. Secara umum terbagi atas lanjar dan ruang lepas yang dibagi menurut batas tiang. Tiang ini disusun dari depan ke belakang dan dari kiri ke kanan.

Jumlah lanjar rumah ini bergantung dengan luas rumah, umumnya berjumlah ganjil dari tiga sampai sebelas. Di bagian depan rumah ada bangunan kecil yang berfungsi sebagai menyimpan padi.

Di bagian samping ada anjung yang berfungsi sebagai tempat upacara pernikahan atau upacara keagamaan lainnya. Sedangkan dapur dibangun terpisah.

2. Dekorasi Ukiran

Tembok bagian depan rumah terbuat dari papan yang disusun vertikal serta penuh dengan ukiran  yang unik. Sementara itu bagian belakang dilapisi dengan bambu. Penempatan motif ukiran yang ada tergantung pada susunan dan letak papan. Motif ukiran yang sering digunakan yaitu daun, bunga, buah dan tumbuhan lainnya

3. Anti Gempa

Uniknya lagi, rumah adat sumatera barat ini anti gempa. Rumah gadang dibangun disesuaikan dengan lingkungan alamnya yang rawan gema. Rumah ini dibangun dengan ditopang tiang-tiang panjang yang menjulang ke atas dan tahan dengan guncangan.

4. Mirip Dengan Rumah Panggung

Bentuk rumah gadang ini dibangun membentuk seperti rumah panggung. Tinggi dari rumah panggung ini mencapai 2 meter di atas permukaan tanah. Di depan rumah mempunyai tangga yang dipakai untuk menghindari dari binatang buas.

5. Memiliki Empat Tiang Utama

Rumah adat sumatera barat ini mempunyai tiang utama yang berjumlah 4 dari pohon juha. Tiang ini berdiameter 40cm hingga 60cm. Sebelum dimanfaatkan sebagai tiang rumah ini, pohon juha direndam di dalam kolam selama bertahun-tahun hingga menghasilkan tiang yang kuat dan kokoh.

B. Filosofi Rumah Adat Sumatera Barat – Rumah Gadang

Suku Minang sangat dekat dengan filsafah alam. Maka dari itu mereka membuat rumah ini tampak seperti dengan alam di sana yang berbentuk Bukit Barisan yang bagian puncaknya melengkung yang meninggi pada tengahnya serta garis lerengnya melengkung serta mengembang ke bawah.

Dilihat dari segi fungsionalitasnya, garis-garis yang ada di rumah Gadang menunjukkan keserasian dengan alam yang tropis. Atap rumah yang lancip berguna untuk memudahkan air hujan dari atas meluncur dengan baik dan membebaskan endapan air.

Bentuk rumah gadang itu dibangun dengan syarat estetika dan dinilai sesuai dengan kesatuan, keselarasan, keseimbangan dalam satu kesatuan yang saling padu.

Rumah gadang dibangun bersejajar dengan arah mata angin dari utara ke selatan yang berguna untuk membebaskan rumah dari panas matahari dan terpaan angin yang kencang.

Dari segi filosofinya yang tercantum dalam ungkapan ketua adat yang menyatakan bahwa Rumah Gadang besar itu bukan dalam ukuran, tetapi besar manfaatnya untuk kehidupan masyarakat Minang.

Mereka menyatakan bahwa manfaat rumah gadang itu untuk melingkupi kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau. Meliputi tempat berteduh dan kediaman keluarga, sebagai tempat tinggal, dan pusat melaksanakan berbagai upacara adat.

Rumah gadang adalah bangunan yang berguna untuk masyarakat Minangkabau dalam membicarakan masalah mereka bersama.

C. Adat Dan Keseharian Rumah Gadang

Rumah adat Sumatera Barat bukan hanya kaya dengan makna dan filosofi, akan tetapi rumah ini juga mempunyai manfaat yang mencakup semua kegiatan sehari-hari masyarakat Minangkabau. Terdiri dari dua fungsi yaitu fungsi adat dan fungsi keseharian. Berikut merupakan fungsi tersebut

Adat Rumah Gadang

Sebagai rumah adat, Rumah Gadang dijadikan oleh masyarakat Minangkabau untuk melangsungkan acara adat dan acara penting lain yang berhubungan dengan suku-suku lain.

Upacara-upacara yang dilakukan di rumah adat ini semacam khitan, Turun Mandi, Perkawinan, Pengangkatan Kepala Suku/ Datuak serta upacara kematian. Fungsi adat rumah gadang hanyalah temporer saja. Artinya hanya sewaktu-waktu setiap ada kegiatan saja dan tidak sehari-hari.

Keseharian Rumah Gadang

Layaknya rumah lain, rumah adat Gadang juga bermanfaat sebagai tempat menampung kegiatan sehari-hari penghuninya. Rumah Gadang biasa dihuni oleh keluarga besar.

Di sini yang dimaksud keluarga besar merupakan ayah, ibu, serta anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki tidak mempunyai tempat dalam rumah Gadang. Jumlah kamar disesuaikan dengan jumlah anak perempuan yang tinggal di dalamnya.

Fungsi inilah yang lebih dominan berlangsung di Rumah Gadang. Seperti rumah biasanya, di rumah inilah aktivitas keluarga sehari-hari terjadi. Seperti makan, berkumpul, tidur dan lainnya yang lebih sering dilakukan di samping kegiatan adat  di atas.

Itulah rumah adat sumatera barat, dan jangan lupa cek juga rumah adat sumatera utara.

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *