Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Rumah Adat Sumatera Utara

4 min read

rumah adat melayu

Provinsi Sumatera Utara dengan ibukota Medan mempunyai banyak sekali keunikan, salah satunya yaitu Rumah Adat Sumatera Utara.

Provinsi Utara sendiri kebanyakan penduduknya yang berasal dari suku Batak.

Selain sebagai mayoritas, suku Batak tersebut juga diyakini yaitu penduduk asli dari Sumatera Utara.

Suku Batak adalah  rumpun suku-suku yang mendiami sebagian besar di wilayah Sumatera Utara.

Sering kali orang beranggapan bahwa penyebutan dari suku Batak hanya pada suku Toba, Padahal Batak tidak hanya suku Toba saja.

Pada saat ini biasanya orang Batak memeluk agama Kristen Katolik, Kristen Protestan dan Islam.

Akan tetapi ada juga yang memeluk kepercayaan tradisional yaitu tradisi Malim nama pemeluknya disebut dengan Parmalim, dan juga menganut kepercayaan animisme, meskipun pada saat ini jumlah penganutnya dari kedua ajaran tersebut sudah semakin langka.

A. Daftar Rumah Adat di sumatera utara

1. Rumah Adat Bolon

rumah adat bolon

Rumah adat Bolon adalah salah satu rumah adat di indonesia yang berasal dari Sumatera Utara.

Rumah adat ini sering disebut dengan Rumah Balai Batak Toba yang sudah diakui oleh Nasional sebagai perwakilan rumah adat dari Sumatera Utara.

Bentuk dari rumah adat ini ialah berbentuk persegi panjang yang termasuk kedalam jenis rumah panggung, yang unik dari rumah adat ini yaitu hampir keseluruhan bahan bangunannya terbuat dari bahan yang diambil dari alam.

Rumah adat tersebut biasanya dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup bersama-sama. Tujuan dari rumah panggung adat bolon itu agar memiliki kolong pada bawah rumahnya.

Kolong rumah tersebut dipakai untuk kandang hewan peliharaan masyarakat Batak seperti ayam, babi dan kambing.

2. Rumah Adat Pakpak

rumah adat sumatera utara

Rumah adat Pakpak atau sering juga disebut dengan rumah adat Dairi memiliki ciri yang khas.

Atap rumah tradisional ini terbuat dari bahan ijuk dan bagian kayu pada bagian badan rumah.

Bentuk desainnya selain sebagai salah satu wujud seni dari budaya Pakpak, bagian-bagian dari setiap rumah adat Pakpak juga mempunyai makna tersendiri, Rumah adat Pakpak dinamakan juga dengan rumah Jerro.

Rumah adat tersebut juga sama dengan kebanyakan rumah adat yang berada di Sumatera Utara yang kebanyakan menggunakan tiang penyangga dan tangga.

3. Rumah Adat Karo

rumah adat karo

Rumah adat karo atau yang sering disebut juga dengan rumah adat Siwaluh Jabu.

Siwaluh Jabu memiliki makna sebuah rumah yang didiami oleh 8 keluarga, dan masing-masing dari keluarga tersebut sudah memiliki perannya masing-masing.

Penempatan keluarga-keluarga rumah Karo tersebut ditentukan oleh adat Karo. Rumah adat ini terdiri Jabu Julu (hulu dan Jabu Jahe.

Jabu jahe terbagi kedalam dua bagian, yaitu Jabu rumah sendipar ujung kayu dan Jabu ujung kayu.

Dalam rumah adat tersebut terdiri dari delapan ruangan yang didiami oleh 8 keluarga. Dalam rumah adat tersebut juga terdiri dari 4 dapur.

Setiap jabu dibagi menjadi dua terdiri dari beberapa jabu-jabu. Diantaranya adalah sedapuren ujung kayu, sedapuren bena kayu, sedapuren bena kayu, dan jabu sadapuran lepar ujung kayu.

4. Rumah Adat Mandailing

rumah adat mandailing

Suku Mandailing merupakan salah satu suku yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara yang berada diperbatasan kota Riau.

Wisata alam yang berada di daerah Mandailing sangatlah indah, dan juga memiliki budaya kearifan lokal yang dari dulu sudah dipegang erat oleh penduduk setempat.

Rumah adat Mandailing ada di kabupaten Mandailing Natal( Madina). Kabupaten tersebut ada di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas.

Rumah adat tersebut biasanya disebut dengan Bagas Godang yang mempunyai arti bagas dalam bahasa Mandailing yang artinya rumah, sedangkan Godang memiliki arti banyak.

5. Rumah Adat Nias

rumah adat nias

Rumah adat nias atau yang disebut dengan Omo Hada merupakan rumah adat yang memiliki bentuk panggung tradisional orang Nias.

Ada satu lagi rumah adat Nias yang memiliki ciri yang berbeda yaitu Omo Sebua.

Omo Sebua adalah salah satu kediaman bagi para kepala desa (Salawa), kepala negeri (Tuhenori), atau bagi kaum bangsawan.

Rumah adat Nias ini dibangun dari tiang-tiang kayu nibung yang besar dan tinggi dan beralaskan Rumbia.

Bentuk dari denah rumah ini ada yang bulat telu, ini di daerah Nias Barat, Nias Timur, Nias Utara.

Sedangkan yang berbentuk persegi panjang yaitu didaerah Nias selatan dan Nias Tengah. Bangunan rumah adat tersebut tidaklah berpondasi tetapi langsung tertancap ke dalam tanah.

Sambungan dari antara kedua kerangka rumah tradisional tersebut tidak menggunakan kayu sengingga tahan pada saat ada goyangan gempa.

6. Rumah Adat Melayu

rumah adat melayu

Rumah adat Melayu yang berada di Sumatera Utara bisa ditemukan di kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Begadai (Sergei) dan Kabupaten Labuhan.

Suku Melayu tersebut memiliki andil yang sangat penting dalam Medan yang sebagai Kota terbesar ketiga yang ada di Indonesia.

Rumah Adat Melayu Deli memiliki ciri khas hijau dan kuning, dan juga lantai dan dindingnya yang terbuat dari papan, sedangkan dari bagian atapnya terbuat dari bahan ijuk.

7. Rumah Balai Batak Toba

rumah batak toba

 

Rumah Balai Batak Toba merupakan salah satu rumah adat tradisional dari Sumatera Utara. Berdasarkan dari fungsi, Jabu parsakitan adalah tempat untuk persimpanan barang.

Tempat tersebut juga kadang difungsikan untuk bermusyawarah terkait dengan hal-hal adat. Sedangkan Jabu bolon adalah rumah keluarga besar.

Rumah adat tersebut tidak memiliki kamar atau sekat sehingga semua anggota keluarga tinggal dan tidur bersama.

Rumah Balai Toba juga biasa dikenal dengan Rumah Bolon. Masyarakat sekitar menilai rumah tersebut seperti seekor kerbau yang sedang berdiri tegak.

Disetiap pembangunan rumah adat suku Batak tersebut selalu dilakukan dengan gotong royong oleh masyarakat sekitar.

Rumah adat tersebut berbentuk seperti panggung yang disangga oleh beberapa tiang penyangga.

Tiang penyangga rumah adat tersebut biasanya dari bahan kayu. Rumah adat Balai Batak Toba tersebut memiliki bahan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Menurut kepercayaan masyarakat Batak, Rumah adat ini terbagi menjadi tiga bagian yang mencerminkan dimensi atau dunia yang berbeda-beda.

  1. Bagian atap rumah yang diyakini oleh orang Batak mencerminkan tentang dunia para Dewa
  2. Bagian lantai rumah yang diyakini oleh orang Batak mencerminkan dunia manusia.
  3. Bagian bawah atau kolong rumah yang diyakini oleh orang Batak mencerminkan dunia kematian.

8. Rumah Adat Simalungun

rumah adat simalungan

Rumah Adat Simalungun merupakan etnis yang berada di daerah Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, Rumah adat tersebut juga dinamai dengan Rumah Bolon.

Rumah adat tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dengan yang lainnya yaitu bentuk atapnya yang unik yang didesign dengan bentuk limas.

9. Rumah Adat Angkola

rumah adat angkola

Angkola adalah salah satu etnis yang berdiri sendiri, walaupun banyak orang yang menyamakannya dengan mandailing.

Rumah adat ini juga dinamakan dengan Bagas dan Gondang seperti halnya rumah adat Mandiling. Tetapi ada beberapa perbedaan diantara rumah adat dari keduanya.

Rumah adat Angkola yang berasal dari Sumatera Utara memiliki ciri atap yang terbuat dari bahan ijuk dan dindingnya terbuat dari papam.

Salah satu ciri khas dari rumah adat tersebut yaitu selalu menggunakan warna yang dominan hitam.

B. Nilai Filosofi

  1. Pada bagian atas pintu yang dihiasi dengan lukisan groga atau lukisan hewan, lukisan tersebut yaitu seperti cicak atau kerbau yang dominan berwarna merah, putih dan hitam. Cicak melambangkan masyarakat Batak yang mempunyai persaudaraan yang sangat kuat satu dengan yang lainnya. Selain itu kerbau menjadi simbol tanda terima kasih.
  2. Atapnya terlihat cukup tinggi karena dibuat seperti pelana kuda yang sangat sempit.
  3. Dinding rumah yang tidak menggunakan plafon sehingga menjadi pendek dan cukup untuk berdiri.
  4. Untuk memperindah tampilan dari rumah adat tersebut maka pada bagian atas dihiasi dengan anyaman.

C. Kesimpulan

Provinsi Sumatera Utara memiliki 9 rumah adat yang masing-masing rumah adat tersebut memiliki keunikan, Filosofi, kegunaan dan desain yang berbeda dengan yang lain. Jangan lupa kunjungi juga Rumah Adat Sumatera Selatan.

 

Abdhi Mujahid Jangan Bosan Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *