senjata tradisional jawa barat
Senjata Tradisional

Senjata Tradisional Jawa Barat

Senjata Tradisional Jawa Barat – Perlu diketahui bahwa senjata tradisional adalah salah satu alat yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi ciri khas suatu daerah.

Pada zaman dahulu senjata tradisional digunakan untuk melindungi diri, berkebun, dan juga berburu hewan. Di Jawa Barat sendiri mempunyai senjata tradisional yang unik.

Senjata tradisional ini juga digunakan sebagai senjata perang  pada saat melawan para penjajah dari Belanda dan Jepang. 

Meskipun dengan model yang jauh dari kata modern, akan tetapi senjata tradisional malah berhasil mengalahkan para penjajah. Hmm luar biasa ya!

Sejarah Senjata Tradisional Jawa Barat

senjata jawa barat

Dalam sejarah pun sudah dijelaskan bahwa Jawa Barat pernah dijajah oleh bangsa Eropa sejak ribuan tahun yang silam. 

Pada masa itu pun banyak pendatang dari berbagai belahan dunia seperti , Arab, Cina, India dan lain sebagainya yang berkunjung ke Indonesia.

Hal ini menjadikan proses akulturasi dengan budaya luar yang akhirnya mempengaruhi budaya  Indonesia, termasuk juga senjata tradisional Jawa Barat. 

Sehingga mengakibatkan masyarakat lokal untuk mengadaptasi senjata luar menjadi senjata tradisional. Mulai dari segi material, desain, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, filosogi dan gambaran tentang budaya lokal masih tergambar dengan jelas. Namun, saat ini keberadaannya  hanya difungsikan untuk upacara adat atau sebagai cendera mata saja.

Dan pada kesempatan kali ini cakbagus akan mengulas tuntas tentang beberapa senjata tradisional Jawa Barat yang hingga saat ini masih dijaga kelestariannya.

Pantengin terus yak!

Artikel Terkait: Senjata Tradisional Jawa Tengah

Nama Senjata Tradisional Jawa Barat

senjata tradisional jawa barat

Pada zaman dulu semua kegiatan seperti berladang, berburu dan juga kegiatan ekonomi lainnya menggunakan senjata tradisional. 

Hal ini bertujuan agar memudahkan masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaannya.

  1. Senjata Tradisional – Kujang

Kujang  merupakan sebuah senjata tikam dengan desain yang sangat unik, kujang sendiri berasal dari kata kudhiyang (Kudhi dan Hyang).

Kata kujang juga diambil dari kata ujang (Bahasa Sunda) yang artinya manusia atau manusa “manusia yang sakti seperti Prabu Siliwangi”

Kujang pertama kali dibuat pada abad ke-8 atau ke-9, senjata ini terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.

Masyarakat Jawa Barat meyakini bahwa senjata kujang mempunyai nilai sakral dan memiliki kekuatan magis.

Zaman dulu senjata ini difungsikan sebagai sarana perlindungan diri dan biasanya dikenakan sebagai perlengkapan pakaian bagi para kaum pria.

Dilihat dari historinya kujang pertama kali dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, senjata ini dibuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.

Hingga saat ini perkembangan dari bentuk senjata kujang yang dilakukan oleh para pembuatnya telah menghadirkan banyak jenis kujang dengan bentuk yang beraneka ragam. 

Sebagai contoh ialah bentuk burung ciung (kujang ciung), ayam jago (kujang jago), burung kuntul (kujang kuntul), bangkong atau kodok (kujang bangkong), ular naga (kujang naga), badak (kujang badak), dan kujang dengan bentuk agak kurus (kujang kudi).

Beberapa kegunaan senjata kujang bagi masyarakat Sunda diantaranya:

  • Difungsikan sebagai lambang atau simbol contohnya logo pemerintah atau organisasi peralatan Pertanian, hal ini berdasarkan naskah kuno sanghyang, Masyarakat sunda biasa menggunakannya untuk menebang pohon, memangkas tumbuhan dan nyacar. atau yang biasa disebut Kujang pamangkas.
  • Sebagai hiasan dan pajangan, biasanya warga Sunda memasang kujang di tembok-tembok rumah.
  • Kujang pusaka, digunakan sebagai senjata perang zaman dulu.
  • Kujang pusaka, menjadi lambang keagungan dan pelindungan.

Jenis-Jenis Kujang

Selain itu keunikan yang ada pada senjata ini adalah adanya berbagai macam variasi bentuk. Berikut beberapa bentuk jenis senjata kujang yang populer.

  1. Kujang Ciung. Bentuk dari Kujang ciung mirip dengan burung Ciung
  2. Kujang Badak. Bentuknya mirip dengan hewan Badak
  3. Kujang Kuntul. Bentuknya mirip dengan burung Kuntul
  4. Kujang Naga. Bentuknya mirip dengan Burung Kuntul
  5. Kujang Bangkong. Bentuknya mirip dengan hewan katak
  6. Kujang Kudi. Senjata kujang yang bentuknya tipis.
  7. Tipologi bilah kujang. Berbentuk seperti wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan beberapa bagian dan fungsi senjata kujang diantaranya ialah:

  • Papatuk atau Congo. Bagian ini ada di ujung kujang yang bentuknya seperti panah, berfungsi sebagai pencongkel.
  • Eluk atau Silih. Bagian ini ada di punggung kujang yang berfungsi untuk mencabik tubuhnya musuh.
  • Tadah. Kita lihat ada lengkungan yang menonjol di bagian perut dan di depannya runcing. Berfungsi untuk menusuk tubuh lawan
  • Mata. Kita lihat di pagian punggungnya ada lubang-lubang kecil yang jumlahnya berkisar 5–9. Jika tidak ada lubang atau matanya maka disebut sebagai kujang buta
  • Tonggong. Adalah bagian tajam di punggung kujang
  • Tadah. Ialah lengkungan kecil yang ada di bawah perut kujang
  • Paksi. Cincin atau ring di bagian belakang yang bentuknya lancip
  • Selut. Adalah ring yang ada pada pegangan kujang atau ujung gagang
  • Combong adalah lubang yang ada di gagang kujang
  • Ganja atau landaian adalah sudut runcing dan arahnya ke ujung kujang
  • Kowak. Adalah sarung senjata kujang yang berasal dari kayu samida dan mempunyai aroma yang khas. Kesannya seperti ada daya mistis.
  • Pamor. Bentuknya seperti baris-baris sulangkar atau bintik yang tergambar di kujang.
  1. Senjata Tradisional – Patik

Patik dalam bahasa Indonesia adalah kapak. Senjata tradisional Jawa Barat yang yang satu ini dipakai untuk menebang dan membelah kayu. 

Pada zaman dahulu senjata ini difungsikan untuk membuka hutan, mencari kayu bakar, atau kegiatan berat lainnya. Namun saat ini, patik masih sering digunakan oleh masyarakat Sunda terutama yang tinggal di pedesaan.

Untuk gagangnya memiliki panjang 30-35cm dab terbuat dari kayu. Kelebihannya adalah bahwasanya baliung ini dibuat dari besi baja yang besar dan dan tebal pada bagian pangkalnya.

  1. Senjata Tradisional – Balincong

Senjata tradisional Jawa Barat yang satu ini ialah balincong. Senjata ini merupakan sebuah alat yang biasa dipakai untuk menggali tanah atau memecah batuan. 

Sangat berbeda dengan patik, balincong mempunyai 2 sisi mata yang arah ketajamannya saling berlawanan.

  1. Senjata Tradisional – Bedog

Bedog atau Golog adalah senjata khas dari Jawa Barat. Kita lihat bentuknya besar seperti pisau besar makanya disebut golok. 

Pada tiap daerah di Jawa Barat mungkin keperluan dan fungsi golok tersebut berbeda, sehingga kita akan menjumpai bentuknya yang beragam dan bervariasi di setiap daerah masing-masing.

Namun demikian variasinya dapat kita lihat pada ciri-cirinya, diantaranya ialah Panjangnya sekitar 30 cm-40cm. 

Bahkan ada juga yang memiliki ukuran lebih dari 40 cm disebut kolewang atau biasa dipanggil gobang yang  berfungsi untuk mencukur rumput.

Jenis dan Fungsi Golok Atau Bedog

  • Bedog Gagaplok. Biasa difungsikan untuk memotong dan menyabit rumput atau tanaman lain di kebun
  • Bedog Pameuncitan. Mempunyai ukuran panjang berkisar 25 hingga 27 cm dan lebarnya berkisar 3 cm.
  • Bedog Pamoroan atau internasional survival golok . Mempunyai ukuran berkisar 40-50 cm dan lebarnya adalah 3,5 cm. Masyarakat sunda biasanya menggunakannya untuk berburu.
  • Bedog golok tani. Panjangnya berkisar 25-30cm dan mempunyai lebar sekitar 4 cm.
  • Bedog golok Pamugeulan. Panjangnya berkisar antara 23-24,5 cm dan memiliki lebar sekitar 6 cm. Karena bentuknya yang besar masyarakat sunda memakainnya untuk kegiatan berat seperti menebang pohon. 
  • Bedokg Sotogayot. Mempunyai panjang 25-27 cm dan lebar 6cm. Masyarakat sunda menggunakannya untuk memotong bambu atau pengerjaan material bambu.
  • Bedog Dapur. Golok ini mempunyai ukuran 20 sampai 23 cm dan lebarnya sekitar 4 cm. 
  • Golok panguseupan. Mempunyai ukuran panjang kira-kira 17-20cm dan lebarnya 3 cm. Nguseup yang diterjemahkan berarti Mancing, berarti golok ini digunakan untuk memancing di sungai atau di laut.
  • Golok Cepot. Mempunyai kurannya antara 15-17 cm dan lebarnya diatas 9 cm. Walaupun bentuknya yang indah, golok ini sama halnya dengan kapak, digunakan untuk membelah.

Bagian Bentuk Golok atau Bedog

  • Untuk gagangnya dinamakan parah
  • Bagian paling utama pada golok ialah area yang mana terbuat dari baja atau besi
  • Di gagangnya ada bagian yang ditancapkan. Itu dinamakan pangkal
  • Bagian yang tajam disebut beuteng Sedangkan  yang tumpul disebut tonggong
  • Di wilah terdapat ujung. Nah ujungnya tersebut dinamakan Congo
  • Untuk sarung bedog atau golok dinamakan serangka
  1. Senjata Tradisional – Arit

Arit adalah senjata tradisional Jawa Barat yang hingga kini masih tetap dipakai masyarakat Sunda, khususnya oleh para peternak.

Arit dipakai untuk mencari rumput bagi hewan ternak mereka karena lebih mudah digunakan dibanding senjata lainnya. 

Di beberapa daerah di Indonesia juga dijumpai banyak senjata tradisional lainnya yang bentuknya seperti arit, misalnya celurit khas Madura, sabit khas Betawi, dan lain sebagainya.

Sebenarnya senjata tradisional ini tidak hanya ada di Jawa Barat saja melainkan ada juga di Madura biasa disebut dengan celurit, sabit khas betawi dll.

  1. Senjata Tradisional – Congkrang

Senjata tradisional Jawa Barat yang satu ini sudah mulai langka dan sulit ditemukan. Alat yang biasa digunakan untuk menyiangi rumput kecil di kebun ini berbentuk seperti cangkul mini.

Senjata jawa barat yang satu ini biasanya digunakan oleh para kaum ibu ketika membantu suaminya bekerja di area pertanian atau saat membersihkan halaman sekitar rumahnya dari rerumputan.

  1. Senjata Tradisional – Sulimat

Di antara senjata tradisional Jawa Barat lainnya, sulimat mungkin menjadi senjata yang paling langka dan sulit ditemukan di zaman sekarang.

Senjata ini seperti sebilah pisau runcing yang ditancapkan ke dalam tanah. Bagian mata yang runcing difungsikan para petani untuk mengupas kulit kelapa. Penggunaan alat ini memungkinkan mengupas kelapa menjadi lebih cepat selesai.

  1. Senjata Tradisional – Ani-ani (Ketam)

Senjata tradisional Jawa Barat yang satu ini ialah bernama Ani-ani atau Ketam. Ani-ani ialah sebuah pisau kecil yang difungsikan untuk memanen padi. 

Suku Sunda pada zaman dahulu ialah yang sering menggunakannya pada saat memanen padi. 

Beredar kabar bahwa masyarakat tradisional Sunda dan Jawa tidak boleh memakai arit atau golok untuk memanen padi, mereka harus menggunakan ani-ani, pisau kecil yang dapat disembunyikan di telapak tangan.

  1. Senjata Tradisional – Baliung

Senajata Beliung ialah senjata tajam yang biasa digunakan untuk menebang pohon besar. Di daerah lain, Baliung terkenal dengan sebutan kapak atau patik.

Gagangnya terbuat dari kayu yang panjangnya sekitar 30 sampai 35 cm.

  1. Senjata Tradisional – Bajra dan Gada

Pada masa lalu, Bajra dipakai untuk berperang melawan musuh oleh warga Jawa Barat.

Berkembangnya waktu senjata tradisional Jawa Barat ini hanya menjadi warisan nenek moyang yang ada di beberapa tempat saja, seperti di museum. 

Walaupun begitu, keberadaannya harus tetap dirawat sampai kapan pun.

  1. Senjata Tradisional – Gacok

Senjata tradisional Jawa Barat yang bernama Gacok ini sering dipakai para petani untuk mengerjakan berbagai keperluan. 

Dengan alat Gacok petani bisa mengumpulkan jerami, rerumputan kering, dan pekerjaan lainnya. 

Jika dilihat dari bentuknya, Gacok mirip seperti Garpu, tetapi pada gagangnya mirip seperti alat pacul.

Pengertian lain Gacok menurut kamus ialah Cangkul Garpu.

Akhir Kata

 

Itulah jenis-jenis Senjata Tradisional Jawa Barat yang perlu kita ketahui.

Terimakasih semoga bermanfaat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *