senjata tradisional papua
Senjata Tradisional

Senjata Tradisional Papua

Senjata Tradisional Papua – Indonesia menghasilkan beragam jenis kebudayaan yang khas dan unik tiap daerahnya. Ragam atau jenis kebudayaan tersebut adalah tanda bahwa masyarakat kita sangat menjunjung tinggi kelestarian budayanya.

Masyarakat tradisional yang selalu menjaga adat dan tradisi kebudayaan bisa kita lihat dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya ialah daerah yang selalu menarik untuk menjadi pembahasan yaitu Papua.

Papua ialah salah satu provinsi yang ada di bagian Timur Indonesia. Berbatasan dengan negara Papua Nugini.

Perbatasan dengan Papua Nugini itulah yang menjadikan Papua juga disebut sebagai Papua Barat. Mengacu pada perbedaan wilayah antara kedua negara.

Akan tetapi, batas darat secara geografis tidaklah membatasi keanekaragaman budaya yang ada di Papua.

Tahukah kamu, bahwa suku asli Papua sebanyak 255 suku yang mempunyai bahasa yang berbeda satu sama lain?

Nah, banyaknya kelompok suku di Papua tersebut menjadikan daerah ini sangat kaya akan kearifan lokal. Salah satunya ialah senjata tradisional.

Yuk kita simak bersama-sama tujuh senjata tradisional Papua yang sangat unik.

1. Alat Tusuk Dari Tulang Kuskus

alat tusuk papua

 

Alat tusuk dari tulang Kuskus merupakan senjata tradisional Papua yang dipakai oleh salah satu kelompok suku asli Papua, yakni suku Bauzi. Suku Bauzi adalah suku yang semi nomaden karena tidak mempunyai wilayah tinggal yang jelas.

Suku Bauzi hidup di dalam rumah-rumah yang terbuat dari dedaunan dan ranting-ranting yang didapatkan dari hutan.

Mereka memilih pinggiran sungai untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sehingga memudahkan mobilisasi ketika sumber pangan di tempat tersebut telah minim.

Tradisi yang masih dipertahankan yaitu tradisi berburu dan meramu. Kedua sistem bertahan hidup dijalankan secara bergantian agar tetap mempertahankan ekosistem tanah Papua,

loh. Suku Bauzi akan mengumpulkan makanan dengan cara menanam tumbuh-tumbuhan seperti, ubi, pisang ataupun singkong yang akan mereka tanam di hutan.

Sebelum masa panen terjadi, suku ini akan melakukan pemburuan terhadap binatang-binatang liar, menangkap ikan, dan memasang perangkap untuk babi hutan.

Kemudian, senjata yang mereka pakai untuk berburu binatang sembari menunggu panen tiba ialah alat tusuk yang dibuat dari tulang Kuskus.

Fungsi tulang Kuskus sebagai senjata tradisional ini sangat ramah lingkungan. Hal ini terjadi karena dalam pembuatannya, sama sekali tidak menggunakan bantuan alat-alat industri yang mencemari lingkungan.

Senjata tradisional Papua Barat ini terbuat dari tulang Kuskus yang sudah dibersihkan, dilancipkan dengan cara digosok memakai batu asahan, dan dilakukan secara berulang sampai berbentuk lancip senjata yang diinginkan.

2. Tombak Tradisional Papua

tombak papua

Senjata tradisional Papua Barat ini oleh masyarakat setempat dijuluki dengan nama “Tul”. Tombak merupakan senjata yang bisa dipakai baik untuk pertempuran maupun perburuan. Selain itu, di kebudayaan Papua sendiri sering memeakai tombak untuk properti dalam tari-tarian.

Senjata tersebut dibuat dari bahan dasar yang mudah ditemukan di alam. Kayu untuk membuat gagang, dan batu kali yang dipertajam sebagai mata tombak. Oleh karena alasan itulah, tombak bisa bertahan sebagai senjata yang wajib ada dalam kegiatan berburu ataupun berperang.

Yang menjadikan senjata tradisional Papua ini spesial adalah adanya aturan tidak boleh menggunakan tombak selain keperluan berburu dan berperang. Seperti tidak boleh memotong tunas pohon muda dengan tombak, atau memakai tombak untuk membawa hasil kebun. Aturan mengenai alat berburu ini jika dilanggar akan mendapatkan kesialan.

Sedangkan dalam proses pembuatannya, satu rangka tombak ini menghabiskan waktu yang cukup lama. Mulai dari kayu yang diambil dari pohonnya, kemudian dipotong seukuran 3m dalam keadaan yang sudah dijemur.

Setelah dijemur kayu-kayu untuk gagang dibentuk sedemikian rupa, digosok dengan serbuk keong laut hingga runcing bisa memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu.

Dalam adat tradisional Papua, tombak diartikan sebagai lambang kegagahan seorang laki-laki. Maka dari itu, tombak-tombak harus selalu disimpan secara baik. Biasanya digantung di langit-langit atau diletakkan di sebuah penyangga tembok rumah.

3. Pisau Belati Papua

pisau belati papua

Senjata tradisional Papua yang kedua yaitu berjenis pisau kecil (belati) ini bernama Pisau Belati Papua. Pisau ini memiliki bentukyang sangat unik dengan adanya rumbai-rumbai pada gagang senjatanya. Menjadikan khas Papua banget, deh.

Senjata tradisional ini digunakan untuk menyayat atau memotong ketika melakukan perburuan binatang di hutan.

Jadi, meski binatang yang dihadapi merupakan mamalia besar dan buaya, masyarakat Papua tetap berpegang teguh pada adat istiadat yang berlaku. Adat tersebut yaitu tidak diperbolehkannya menggunakan senjata api jenis apapun ketika berburu.

Pisau Belati Papua merupakan pisau yang terbuat dari bahan unik dan sulit didapatkan di daerah lain yaitu tulang hewan endemik Papua, si burung Kasuari.

Tulang burung Kasuari digunakan oleh budaya setempat menjadi alat yang mempunyai nilai manfaat bagi kehidupan.

Di samping itu, bulu yang ada pada bagian gagang pisau juga adalah bulu burung Kasuari.

Masyarakat Papua memang dikenal luas karena kearifannya dalam berteman dengan ekosistem alam. Interaksi pertemanan yang terjadi antara manusia dengan alam inilah yang menjadikan sebuah kreasi budaya.

Melalui senjata tradisional Papua Barat inilah, masyarakat Indonesia pada umumnya harus belajar bagaimana menjalin konsistensi kebudayaan. Meskipun, kebudayaan mengalami perubahan-perubahan yang tidak sama antara satu ekosistem dengan lainnya.

4. Busur dan Panah

busur panah papua

Busur dan panah merupakan satu kesatuan senjata tradisional Papua Barat yang mempunyai kegunaan untuk berburu babi hutan dan binatang lainnya. Selain itu, busur dan panah papua merupakan alat yang selalu dibawa berdampingan dengan tombak.

Kegunaan lain dari panah merupakan alat untuk berperang. Perbedaannya terletak pada bahan yang dipakai pada mata panah.

Jika tujuannya untuk berburu binatang, maka mata panah yang dipakai terbuat dari bambu. Sedangkan jika untuk berperang, suku-suku adat di Papua mempunyai aturan yang mengharuskan mata tombak yang dipakai ialah yang terbuat dari tulang binatang.

Di samping itu, panah juga berfungsi sebagai properti untuk dekorasi rumah di sebagian wilayah di Papua, antara lain Irian Jaya, Wamena, serta Kurulu. Pada daerah-daerah tersebut, panah hanya ditujukan untuk koleksi rumah semata.

Pengoleksian busur dan panah tersebut juga tidak diletakkan secara sembarangan, yaitu ditaruh di dinding rumah agar memberi kesan menghormati budaya jasa-jasa sang panah.

Pengoleksian busur dan anak panah memang sudah menjadi budaya di masyarakat. Sehingga tidaklah sukar untuk mendapatkan tempat penjual panah.

Biasanya panah-panah untuk tujuan koleksi dijual belikan di pasar ataupun bisa langsung memesannya pada para pengrajin panah.

Pada zaman seperti sekarang, senjata tradisional Papua ini sudah banyak mengalami perkembangan dan perubahan diakibatkan oleh modernisasi.

Akibatnya, munculah olahraga panahan yang mempunyai kesamaan teknik dan alatnya. Yang berbeda yaitu tujuan kegiatannya, panahan merupakan untuk rekreasi, sedangkan busur dan panah tradisional Papua merupakan alat untuk bertahan hidup.

5. Parang Papua

parang papua

Senjata tradisional Papua Barat ini merupakan perlambang dari kuat dan uletnya seorang laki-laki dalam berumah tangga. Parang oleh masyarakat setempat dijuluki dengan nama “jalowy”.

Dalam proses pembuatannya, parang Papua ini menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Berasal dari batu yang dibelah, kemudian diasah sampai membentuk sebuah parang yang mempunyai ketajaman yang bagus.

Untuk menambah tingkat kekerasan dan keawetannya, pengrajin parang selalu menambahkan minyak babi dan darah babi sebelum diasah sampai licin dan tajam.

Senjata tradisional Papua ini pada dasarnya mempunyai banyak manfaat. Untuk keperluan rumah tangga, yaitu memasak, memotong daging, dan menebang sagu.

Selain itu, parang Papua juga dimanfaatkan dalam industri pertanian, bahkan bisa juga dipakai sebagai alat untuk melamar calon pasangan.

Selanjutnya, kegunaan Parang Papua ini juga bisa dijadikan koleksi. Baik kepada turis asing maupun wisatawan lokal yang membutuhkannya sebagai bahan hiasan di dinding rumah.

6. Pahat

pahat papua

Pahat yaitu senjata tradisional Papua yang mempunyai banyak kegunaan seperti, memotong rotan yang akan dianyam, alat untuk melubangi kayu, dan alat darurat untuk menusuk musuh jika terjadi peperangan.

Namun, sebagian besar kini manfaatnya sudah beralih menjadi perkakas yang digunakan di bidang pertukangan.

Menurut sejarahnya, pada zaman dahulu pahat merupakan alat yang dipakai untuk memangkas jari-jari tangan jenazah anggota keluarga yang mengalami kematian. Sayangnya, budaya tersebut mendapat larangan dari pemerintah dan hanya boleh digunakan sebagai alat dalam industri.

Proses pembuatan senjata tradisional Papua Barat ini cukup mudah. Yang dibutuhkan yaitu kejelian agar tidak menggosok bagian ujungnya terlalu tipis. Untuk menambah kenyamanan saat digunakan, pengrajin biasanya menambahkan lilitan dari kayu yang tipis.

7. Kapak

kapak papua

Senjata tradisional Papua Barat ini menjadi ikon dari daerah Irian Jaya, di mana masih banyak ditemui masyarakatnya yang memakai alat ini dalam aktivitas sehari-harinya. Oleh masyarakat Irian Jaya, kapak ini dijuluki dengan nama “Jee Jugum“.

Cara merakit senjata tradisional ini bisa dikatakan cukup mudah, yaitu dengan mengikat satu potong batu batuan kepada kayu yang nantinya akan dijadikan sebagai alas pegangan.

Pada zaman dahulu, orang-orang Papua memakai kapak batu untuk alat menebang pohon dan membuat sagu. Akan tetapi, kebiasaan tersebut mulai ditinggalkan karena tidak efektif dan menghabiskan tenaga serta waktu yang banyak.

Pada dasarnya, fungsi dari senjata tradisional Papua ini yaitu alat pertahanan diri ketika terjadi pertempuran. Akan tetapi, seiring berubahnya zaman, orang-orang lebih banyak menggunakan kapak ini sebagai alat untuk menggosok senjata, memotong, dan membelah kayu.

Di samping itu, bentuk dari kapak yang pipih sangat memudahkan pekerjaan pengrajin rumah ketika melakukan pekerjaannya. Yaitu dengan menjadikan kapak sebagai alat untuk mengupas kulit kayu yang dijadikan sebagai bahan membangun rumah.

Itulah 7 Senjata Tradisional Dari Papua. Semoga Bermanfaat.

Alat Musik Tradisional Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *