senjata sulawesi selatan
Senjata Tradisional

Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Senjata Tradisional Sulawesi Selatan – Beragamnya senjata tradisional dari setiap provinsi, menggambarkan kekayaan budaya dan jati diri dari masing-masing daerah.

Tak terkecuali dengan provinsi Sulawesi Selatan, yang banyak mempunyai jenis senjata yang sudah digunakan sejak lama.

Nah, sudah tahukan senjata tradisional Sulawesi Selatan tersebut?

Di bawah ini, ada ada pembahasan menarik tentang senjata khas Sulawesi Selatan.

Yuk, dibaca!

Jenis-jenis Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

senjata sulawesi selatan

1. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Keris Tappi’)

senjata tradisional sulawesi selatan

 

Dalam Bahasa Makassar, istilah Keris Tappi’ disebut dengan nama Seleq, sedangkan untuk Bahasa Bugis, sering disebut juga dengan nama Kawali.

Keris asal Makassar ini mempunyai ciri lekuk atau luk yang berjumlah ganjil, dari 7 lekukan, 9 lekukan, hingga 13 lekukan.

Uniknya, pada proses awal pembuatan keris ini tidak menggunakan besi maupun logam lainnya, melainkan bahan materialnya menggunakan batu meteor yang sudah mengeras.

Maka dari itulah, senjata Tappi’ tidak akan terdeteksi walaupun oleh detektor metal.

Setiap Tappi’ yang dibuat, masing-masing memiliki aura tersendiri, yang disebut dengan istilah pamor.

Pamor tidak diciptakan oleh yang membuatnya, akan tetapi setelah keris tersebut selesai ditempa, maka pamor akan muncul sendiri.

Biasanya, senjata Keris Tappi’ ini sering digunakan untuk menusuk musuh, baik dalam pertempuran perorangan ataupun perang massal.

Pada kesempatan lain, kedudukan Tappi’ cukup tinggi pada kepercayaan masyarakat Bugis.

Bahkan, apabila seorang pria menikah dengan perempuan keturunan Ata, Tosama, atau Todeceng, Tappi’ ini bisa mewakilkannya saat upacara pernikahan untuk dilangsungkan.

Tappi’ juga akan menjadi benda pusaka yang akan diwariskan terhadap anak sulung laki-laki pemiliknya.

2. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Alamang)

alamang sulawesi selatan

Alamang adalah senjata tradisional Sulawesi jenis pedang yang oleh masyarakat Sulawesi Selatan dianggap sakral.

Di tempat asalnya sendiri, senjata ini lebih dikenal dengan sebutan Salapu atau Sonri.

Sedangkan dalam istilah Bugis dan Makassar, Alamang lebih dikenal dengan sebutan Sudang, sementara dalam Bahasa Toraja lebih disebut dengan istilah Labbo.

Senjata Alamang ini mempunyai ciri berupa bilah bermata satu, berbentuk lurus, dan ujungnya runcing ke bawah.

Bentuk yang semacam ini ialah hasil dari gabungan 3 jenis senjata, yakni Badik, Tombak, dan Tappi.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Alamang juga memiliki filosofi tersendiri yang harus dijaga, yaitu sebagi simbol kemakmuran, kedaulatan, dan kewibawaan kerajaan.

Dikutip dari berbagai sumber, di jaman dahulu raja tidak pergi meninggalkan istananya jika tidak membawa Alamang.

Karena sudah tidak diproduksi lagi, Alamang yang tersisa di daerah Sulawesi Selatan hanya hasil dari warisan leluhur saja.

Alamang yang paling populer di masyarakat yaitu Alamang milik Awang Pone yang disebut Lateariduni, yang berarti tidak sudi dikuburkan.

Mitosnya, Alamang ini muncul lagi setelah dikuburkan bersama mayat Awang Pone karena tidak sudi menjadi bangkai.

Sejak saat itulah, Alamang menjadi senjata turun temurun kerajaan Bone dan hanya digunakan oleh seorang raja.

Artikel Terkait: Senjata Tradisional Papua

3. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Badik)

baidk

Badik adalah senjata sejenis pisau runcing dan tajam, memiliki gagang yang berbentuk melengkung.

Ujung bilah yang runcing dipakai untuk menusuk, sementara sisi bilah yang tajam difungsikan untuk menikam.

Maka dari itu, senjata tradisional asal Sulawesi Selatan ini termasuk kedalam kategori senjata tusuk dan tikam.

Menurut asal daerah dan bentuknya, Badik Sulawesi Selatan di kelompokan menjadi 5 jenis, yaitu Badik Makassar, Badik Raja, Badik Lagencong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Battang.

A. Badik Makassar

Sama seperti namanya, Badik Makassar adalah senjata yang berasal dari Makassar.

Badik ini punya bilah yang berbentuk pipih, bagian perutnya buncit dan tajam, dan runcing di bagian ujungnya.

Mempunyai ukuran yang pendek dan bentuknya yang kecil mungil, membuat senjata ini mudah untuk dibawa ke berbagai tempat.

Biasanya, badik dengan bentuk seperti ini juga biasa disebut dengan nama Badik Sari.

Badik Sari mempunyai beberapa bagian, yakni Pangulu atau gagang, Sumpa’ Kale atau bilah, dan Banoang atau sarung.

Badik jenis ini tidak hanya ditemukan dalam kehidupan masyarakat suku Bugis di Makassar, tapi juga bisa ditemukan dalam kebudayaan Mandar.

Selain dipakai untuk melindungi diri dari serangan musuh atau binatang liar, Badik juga bisa memberi rasa aman untuk mereka.

Untuk saat ini, senjata khas Sulawes Selatan ini bisa ditemukan di museum nasional di Makassar.

B. Badik Raja

Badik Raja ialah jenis badik yang asalnya dari wilayah Kajuara, Kabupaten Bone yang terkadang disebut juga dengan nama Gencong Raja atau Bontoala.

Badik Raja memiliki fisik yang agak besar, dengan ukuran panjang kisaran 20 – 25 cm.

Modelnya tidak jauh berbeda dengan Badik Lampo Battang, di mana bilahnya berbentuk membungkuk, dengan perut bilah membesar.

Sesuai dengan namanya, Badik Raja dulunya sering digunakan oleh raja-raja Kerajaan Bone.

Senjata ini dibuat dengan material logam berkualitas tinggi, dan sering diberi pamor pada bagian hulunya, seperti dengan pamor mallasoancale ataupun pamor timpalaja.

Dalam kepercayaan masyarakat yang lain, diyakini juga Badik Raja dibuat oleh makhluk halus, sehingga mempunyai tingkat kesakralan yang tinggi.

C. Badik Lagecong

Dulunya, Badik Lagecong banyak digunakan untuk keperluan perang ataupun saat keadaan terdesak.

Lucunya, badik jenis ini biasa diolesi cairan racun pada mata bilahnya, sehingga sekali menyabet lawan, tak butuh waktu lama untuk menjemput kematiannya.

Belum lagi, Badik Lagecong juga mempunyai ukuran sejengkal jari orang dewasa, kecil dan mematikan.

Karena kelebihan itulah senjata ini memiliki kedudukan tersendiri bagi rakyat Bone.

Kini, jenis Badik Lagecong jadi buruan banyak orang untuk koleksi.

D. Badik Luwu

Seperti dengan namanya, Badik Luwu ialah senjata yang berasal dari kebudayaan masyarakat Kabupaten Luwu.

Senjata ini memiliki bentuk yang membungkuk, mirip dengan bungkuk kerbau atau mabbukku tedong.

Bagian bilahnya sendiri mempunyai bentuk yang lurus dan runcing pada bagian ujungnya.

Uniknya, masyarakat setempat mempercayai jika Badik Luwu disepuh dengan bibir kemaluan gadis perawan, maka sekebal apapun orang terhadap senjata, bila ditusuk badik ini akan mati juga.

Pada saat ini, tidak diketahui dengan pasti apakah prinsip seperti ini masih dipercaya atau tidak.

E. Badik Lompo Battang

Istilah “Lompo Battang”, dalam Bahasa Bugis mempunyai arti perut besar.

Biasanya, Badik Lompo Battang juga mempunyai kekhasan di bagian ujungnya karena berbentuk menukik seperti huruf “J” dan tajam hanya pada satu sisi bilah.

Karena bentuknya yang unik, banyak kolektor yang memburunya untuk dipajang di rumah.

Artikel Terkait: Senjata Tradisonal Bali

4. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Bessing)

bessing sulawesi selatan

Bessing adalah senjata sejenis tombak yang dipakai dengan cara menusukkannya ke tubuh lawan ataupun melontarkannya jika musuh dalam posisi yang jauh.

Bagi masyarakat Bugis, Bessing adalah benda pusaka yang wajib dimiliki oleh setiap lelaki.

Senjata ini juga dicampuri dengan ornamen-ornamen yang khas pada batangnya, yang menunjukkan kasta pemiliknya.

Adapaun kasta-kasta tersebut adalah seperti berikut.

  • Bessing yang terbuat dari emas: hanya dimiliki oleh kaum anakarung atau bangsawan.
  • Bessing yang berbalut material perak: dimiliki oleh kaum todeceng atau orang terpelajar.
  • Bessing yang dilapisi suasa: dimiliki oleh tosama atau rakyat biasa.
  • Bessing tanpa ornamen: dimilik oleh mereka yang tergolong kaum ata atau budak.

Setiap Bessing bisa menjadi benda warisan yang akan diturunkan kepada anak laki-laki sulung.

Jika seorang ayah mati atau dalam perantauan, maka anak laki-laki yang memegang Bessing inilah yang menjadi rujukan bila dalam keluarga terjadi apa-apa.

5. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Kanna)

senjata tradisional kanna sulawesi

Kanna yaitu sejenis tameng yang berbentuk bulat dan persegi, yang berfungsi untuk mempertahankan diri.

Cara penggunaannya cukup mudah, yakni cukup dengan digerakkan sesuai arah pergerakan lawan.

Kini, senata ini disimpan dengan rapi pada Museum Lapawawoi, Watampone II Bone.

Bagi masyarakat Bone, Kanna memiliki dua macam bentuk yang menunjukkan strata sosial pemiliknya.

Kanna berbentuk bulat: hanya digunakan kaum bangsawan, dengan pamor berupa emas, perak, dan bahan logam lainnya.

Kanna berbentuk persegi panjang: hanya dipakai oleh tentara dan rakyat Sulawesi Selatan.

6. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan (Waju Rante)

waju rante sulawesi selatan

Waju Rante ialah sejenis baju besi yang digunakan untuk melindungi tubuh pemiliknya dari senjata tajam.

Kini keberadaan Waju Rante ini tersimpan cukup rapi di Museum Lagaligo, Makassar.

Akhir kata

Nah, itulah tadi pembahasan tentang senjata tradisional Sulawesi Selatan.

Jangan lupa untuk like dan share juga artikel yang ini ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *