tarian adat jawa tengah
Seni

Tarian Adat Jawa Tengah

Jika kita melihat banyak sekali jenis tarian adat yang ada di Indonesia, hampir semua daerah memiliki tarian adat, begitu pula dengan Jawa Tengah.

Jawa Tengah atau disingkat dengan Jateng adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia.

Provinsi yang ibukotanya terletak di semarang ini memang memiliki berbagai kebudayaan dan suku yang beragam. Terlebih masyarakatnya yang memiliki banyak bahasa Jawa yang berbeda.

Namun pada kesempatan kali ini, cak bagus akan menjelaskan lebih lanjut mengenai tarian adat yang ada di Jawa Tengah.

Berikut jenis tarian adat Jawa Tengah

Tari Blambangan Cakil

Tari Blambangan Cakil

Tarian adat Jawa Tengah yang pertama adalah tari Blambangan Cakil. Tarian ini berasal dari cerita pewayangan yang biasa ditampilkan. Tak heran jika banyak pesan yang yang diambil dari budaya agama Hindu.

Salah satu cerita yang ada dalam gerakan tarian ini yaitu cerita “Perang Kembang”.

Kisah ini menceritakan peperangan antara kebaikan yang diperankan oleh para ksatria dan kejahatan yang diperankan oleh raksasa.

Tokoh pahlawan kebaikan sendiri diperankan oleh pandawa ketiga yaitu Arjuna, sedangkan tokoh kejahatan dari raksasa di diperankan oleh Cakil. Penari yang memerankan cakil akan bergerak dengan gestur yang agresif dan terlihat kasar.

Arti dari tari Blambangan Cakil sendiri adalah bahwa kebaikan pasti akan bisa mengalahkan kejahatan, sekuat apapun kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan.

Tari Serimpi

Tari Serimpi

Menurut sejarah tarian ini lahir pada zaman pemerintahan kerajaan Mataram.

Pada saat itu kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung pada tahun 1613 sampai 1646.

Pada zaman dahulu tarian ini dipertunjukan untuk kalangan keluarga kerajaan, sehingga terlihat sangat eksklusif. 

Tarian ini digunakan ritual kenegaraan dan perayaan pengangkatan Sultan yang baru.

Tarian ini ditampilkan dengan iringan musik agar terlihat lebih menarik.

Tari Ronggeng

Tari Ronggeng

Tari Ronggeng sudah ada sejak lama, dalam relief yang ada di Karmawibhangga Borobudur.

Dalam relief tersebut tergambar suatu rombongan kesenian daerah yang terdiri dari penari perempuan dan para musisinya sedang melakukan berjalan.

Jika anda pernah menonton pementasan tari Ronggeng tentunya anda akan melihat para penari yang bergerak dengan sangat eksotis.

Tari Gambyong

Tari Gambyong

Tarian  ini berasal dari kabupaten Surakarta, Jawa Tengah.

Tariani ini sendiri perpaduan dari tarian rakyat dengan tarian keraton.

Menurut sejarah, nama tarian ini berasal dari seorang ahli menari perempuan atau Waranggana yaitu “Ajeng Gambyong

Tari Kretek

Tari Kretek

Tarian ini berasal dari kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sesuai dengan namanya, tarian adat ini menceritakan kehidupan buruh yang bekerja di industri rokok kretek. 

Kudus memang sejak lama terkenal dengan industri rokok kretek, sehingga banyak dari masyarakat yang menggantungkan hidupnya disana.

Tarian ini berkembang pesat dan terkenal di kalangan masyarakat Kudus pada tahun 1985.

Sebelumnya tarian ini bernama tari Mbatil, akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman nama tarian ini berganti nama dengan tari kretek karena ciri khusus daerah tersebut.

Tari Bondan

Tari Bondan

Tarian ini menggambarkan cinta kasih dari seorang ibu kepada anaknya.

Sesuai dengan tema tarian tersebut, properti tari yang ada di dalam tarian ini juga banyak berasal dari perabotan rumah tangga yang digunakan oleh para ibu dalam kehidupannya sehari-hari.

Properti tari Bondan sendiri diantaranya payung, kendi, boneka bayi, dan beberapa perlengkapan alat rumah tangga lainnya.

Tari Sintren

Tari Sintren

Tarian ini berasal dan berkembang di pesisir pantai utara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Wilayah tersebut meliputi Pekalongan, Banyumas, Cirebon, Pemalang, Brebes, Indramayu dan Majalengka.

Tari Sintren sendiri dipercayai sebagai tarian yang mempunyai nuansa magis atau mistis, hal ini dikarenakan dalam tarian tersebut terkadang entah penari atau penontonnya akan kesurupan.

Dalam pementasan tari tradisional ini, para penari akan mengenakan kacamata berwarna hitam, hal ini karena menurut kepercayaan masyarakat bahwa bola mata penari akan berwarna putih, tentunya akan membuat takut penonton.

Alat musik yang digunakan oleh tari Sintren sama dengan tarian Jawa lainnya yaitu dengan alat musik tradisional Gamelan.

Tari Prawiroguno

Tari Prawiroguno

Tari Prawiroguno menceritakan keadaan peperangan pada zaman kerajaan di masa lampau.

Para penari akan menari dengan gerakan yang sangat dinamis dan energik. Para penari juga akan mengenakan pakaian perang lengkap dengan properti tari perang seperti tombak dan tameng.

Tari Jlantur

Tari Jlantur

Tarian ini berasal dari kabupaten Boyolali, provinsi Jawa Tengah.

Tarian ini memang sangat terkenal, karena ada sekitar 40 penari laki-laki yang menarikannya.

Properti tari Jlantur yang digunakan sendiri yaitu kuda-kudaan atau kuda tiruan dan ikat kepala. Tarian ini juga diiringi dengan alat musik tradisional Jawa Tengah.

Tari Wira Pertiwi

Tari Wira Pertiwi

Tarian ini sendiri menceritakan kepahlawanan prajurit yang ada di Jawa.

Tarian ini diciptakan oleh seniman bernama Bagong Kussudiardjo. Ia membuatnya sebagai perlambangan dari semangat mengabdi pada negara.

Para penari akan menarik Wira Pertiwi dengan gerakan yang sangat dinamis dimana dalam tarian tersebut melambangkan ketangguhan, ketegasan, dan ketangkasan para prajurit ketika sedang membela tanah air.

Tari Kukila 

Tari Kukila 

Tari Kukilo yang terinspirasi dari binatang.

Inspirasi tersebutlah membuat ide dasar dalam tarian Kukilo yang mengambil gerakannya seperti gerakan seekor burung.

Maka dari itu dalam tarian tersebut para penari akan terlihat sangat lincah, dinamis, gesit dan energik.

Tari Topeng Ireng

Tari Topeng Ireng

Tarian ini digunakan sebagai tarian yang berguna sebagai latihan pencak silat.

Tarian daerah Jawa Tengah ini berkembang pesat di Magelang tepatnya di Lereng Gunung Merbabu.

Tarian ini sendiri adalah tarian yang setiap gerakannya memiliki pesan moral seperti kebaikan dalam hidup manusia.

Tari Beksan Wireng

Tari Beksan Wireng

Tarian ini adalah tarian yang menceritakan ketangkasan seorang prajurit saat latihan perang.

Kata Wireng sendiri berasa dari dua kata yaitu Wira yang berarti Perwira dan Aeng yang berarti Unggul.

Tarian ini masuk kedalam tarian perang, tarian ini hanya bisa dibawakan oleh para laki-laki, gerakan yang ada dalam tarian ini sendiri didominasi oleh gerakan pencak silat.

Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang

Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, tepatnya berasal dari kabupaten Surakarta.

Tarian ini biasanya dibawakan oleh 9 penari perempuan dalam perayaan pengangkatan atau perebutan tahta Kasunanan yang ada di Surakarta.

Kata Bedhaya Ketawang sendiri berasal dari dua kata yaitu Bedhaya yang memiliki arit penari perempuan, dan Ketawang yang memiliki arti langit, langit sendiri adalah kiasan dari kata mulia, tinggi ataupun luhur.

Tari Rong Tek

Tari Rong Tek

Tari Rong Tek adalah tari adat Jawa Tengah yang dikembangkan dari tari Lengger yang berasal dari daerah Banyumasan.

Tari Rongtek berasal dari dua suku kata yaitu Rong yang memiliki arti Ronggeng atau penari, sedangkan tek memiliki makna suara bambu.

Suara bambu tersebut adalah alat musik utama pengiring tarian ini.

Tari Rancak Denok

Tari Rancak Denok

Tarian ini berasal tari jenis kreasi yang dalam tarian tersebut menggunakan properti tari berupa topeng.

Kata Rancak sendiri memiliki arti cepat atau dinamis, sedangkan Denok memiliki arti perempuan. Sehingga tari Rancak Denok adalah tarian yang dibawakan oleh perempuan dengan gerakan yang sangat cepat dan dinamis.

Tari Lengger

Tari Lengger

Tarian lengger berasal dari kabupaten Banyumas yang dikenal dengan nama tari Lengger.

Tarian ini adalah tari kreasi yang dimkembangkan dari tari Tayub.

Kata lengger sendiri terdiri dari dua kata yaitu Le yang memiliki arti Tole (sebutan anak laki-laki Jawa) dan Gear yang memiliki arti geger (ramai).

Tarian ini dibawakan oleh penari dengan sangat terbuka sehingga terlihat seperti sensualitas. Kemudian dengan masuknya islam yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga tarian ini berubah lebih islami dan menjadi salah satu media dakwah pada waktu itu.

Tari Adat Ujungan

Tari Adat Ujungan

Tarian yang digunakan oleh masyarakat Gumelem, Jawa Tengah ini biasanya digunakan untuk ritual meminta hujan saat sudah terjadi musim kemarau panjang.

Dalam ritual tersebut para lelaki yang terpilih akan saling beradu kekuatan. Jika dilihat seksama tarian ini memang terlihat sangat keras, para penari akan membawa rotan dan memukulkannya ke lawan di bagian paha ke bawah.

Konon semakin banyak darah yang keluar, maka akan semakin cepat pula turunnya hujan. Tari daerah Jawa Tengah ini memang agak serem ya.

Baca Juga: Tarian Adat Jawa Barat

Kesimpulan tarian Jawa Tengah

Tarian yang ada di provinsi ini memang sangatlah beragam dan memiliki asal usul terciptanya tarian ini. Ada yang terinspirasi dari zaman perang kerajaan sampai zaman penjajahan.

Keberagaman tarian yang ada di Indonesia alangkah baiknya jika kita jaga bersama-sama, hal ini agar bisa menjadi warisan budaya yang bisa kita berikan kepada anak cucu kita kelak. Terlebih banyak sekali manfaat di dalamnya.

Berikut manfaat dari kesenian tari

  • Mengenalkan budaya pada bangsa khususnya para pemuda
  • Sebagai pemikat datangnya wisatawan
  • Sebagai hiburan dalam masyarakat
  • Nilai lebih bagi suatu wilayah
  • Sebagai sarana mempelajari sejarah
  • Dan lain sebagainya

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan jangan lupa untuk share artikel ini di sosial media anda agar dapat memperkenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *