Blog

Tarian Adat Jawa Timur

Tarian Adat Jawa Timur – Jika mendengar nama Jawa Timur mungkin kalian akan langsung teringat patung hiu dan buaya di Surabaya yang sekaligus menjadi ikon kota tersebut.

Mungkin kalian akan ingat pada seni reog ponorogo yang merupakan tarian khas jawa timur yang terkenal atau justru kalian akan memikirkan malang sebagai kota batu yang terkenal dengan apelnya.

Hal demikian membuktikan bahwa Jawa Timur menjadi daerah yang melestarikan budaya asli Indonesia. Akan tetapi selain seni reog tersebut Jawa Timur ternyata masih banyak memiliki beragam kesenian lain.

Mulai dari kuliner khas, bahasa daerah, rumah adat, pakaian hingga tarian tradisionalnya.

Nah pada kesempatan ini cakbagus akan membahas tentang tarian adat Jawa Timur, maka dari itu simak ulasannya dibawah ini.

Baca Juga: Tarian Adat Jawa Barat

Tari Tradisional Daerah Jawa Timur

tarian adat jawa timur

Jawa timur yang khas dengan patung surabayanya ini ternyata mempunyai banyak sekali budaya didalamnya salah satunya ialah tari tradisional khas Jawa Timur.

Jika selama ini anda hanya mengetahui satu jenis tarian khas Jawa Timur yaitu reog ponorogo saja maka sekarang kalian harus membaca uraian ini yang menyuguhkan beberapa tarian adat Jawa Timur antara lain sebagai berikut.

1. Tari Reog Ponorogo

Mungkin kalian sudah tau dengan kesenian yang sangat identik dengan Jawa Timur ini. Reog menjadi salah satu tarian khas Jawa Timur yang berasal dari Ponorogo.

Tarian ini ditarikan oleh beberapa orang dimana penari intinya menggunakan topeng besar yang beratnya hingga 50 kg memakai gigi dan menggigitnya, topeng tersebut adalah sosok singa reog ponorogo menggunakan gigi. Topeng ini dihiasi oleh bulu-bulu merak dan mahkota.

Pada awal tari reog ponorogo ini ada dua hingga tarian pembuka yang ditarikan oleh 6 hingga 8 orang penari menggunakan pakaian serba hitam dan wajah yang diwarnai merah sebagai perlambang singa yang pemberani, kemudian diikuti tarian yang ditarikan oleh 6 hingga 8 orang dengan pakaian seperti perempuan namun sebenarnya keseluruhan penari adalah pria.

2. Tari Gandrung

Tari gandrung ialah tarian khas Jawa Timur yang terkenal tepatnya berasal dari Banyuwangi.

Tarian ini mengangkat kisah tentang kekaguman masyarakat pada pesona Dewi Sri alias Dewi Padi yang sudah memberi kesejahteraan kepada masyarakat disana sehingga setiap selesai panen tari gandrung ini akan ditarikan.

Tarian ini ditampilkan dengan iringan musik khas Jawa Bali yang ditarikan oleh seorang wanita dan biasanya menarik tamu laki-laki sebagai penjamu.

3. Tari Remo

Tari khas Jawa Timur ini berasal dari daerah Jombang yang diciptakan oleh seorang pengamen dari desa Ceweng. Sejak saat itu tari remo ini menjadi populer dan menjadi tarian pembuka dalam setiap pentas budaya ludruk.

Ciri khas dari tari ini adalah gerakan kaki yang sangat eksotis sehingga suasananya menjadi menyenangkan. Tarian ini memiliki tiga gaya yaitu gaya surabayan, gaya jombangan, dan gaya sawunggaling.

4. Tari Ambarang

Tari ini berasal dari daerah Tulungagung Jawa Timur yang mengangkat kisah para pengamen jalanan disana.

Seni jaranan di Jawa Timur dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu jaranan serewente, jaranan campursari, jaranan pegon dan jaranan jawa. Dan untuk tari amborawang ini mengangkat seni jaranan serewente.

5. Tari Batik Pace

Tari ini dipopulerkan oleh seorang pendiri sanggar blarak pacitan bernama Anang yang terinspirasi oleh pendiri kota pacitan yang gemar meminum sari buah pace alias mengkudu pada daerah pacitan.

Selain itu tarian ini juga menjadi salah satu media mengenalkan buah pace atau mengkudu melalui batik pace yang harus dilestarikan. Tarian ini mengambil gerakan yang indah dan kontemporer.

6. Tari Sanjaya Rangin

Tari sanjaya rangin ini mengangkat kisah perjuangan seorang tokoh berilmu yang digunakan sebagai alat untuk melakukan babad alas lorok bernama Raden Panji yang berusaha mengubah hutan belantara menjadi suatu wilayah.

Lorok adalah bekas wilayah di Jawa Timur bernama Kawedanan yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Tulakan, Ngadirojo dan Sudimoro.

7. Tari Boran

Tari boran merupakan tari yang berasal dari Jawa Timur tepatnya berasal dari daerah Lamongan yang mengangkat kisah tentang para penjual nasi boran yang berinteraksi dengan para pelanggannya pada saat berdagang.

Nasi boran adalah salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang hingga saat ini masih disukai oleh masyarakat setempat.

8. Tari Caping Ngancak

Sama seperti tari boran tari caping ngancak ini juga berasal dari Lamongan, Jawa Timur yang mengangkat kisah para petani di sawah.

Tari ini mempunyai gerakan yang menyerupai kegiatan para petani pada saat di sawah lengkap dengan capingnya yang terbuat dari bambu. Tari ini adalah tari tradisional yang dikemas dengan sangat baik sehingga sangat menyenangkan untuk ditonton.

9. Tari Giri Gora Dahuru Daha

Tari dengan nama unik yaitu giri gora dahuru daha merupakan tarian yang mengangkat kisah mengenai calon Arang pada pertunjukkan sendratari di daerah Jawa Timur.

Calon ini adalah tokoh yang digambarkan sebagai sosok perempuan jahat tukang teluh akibat tidak ada seorangpun yang mau meminang anaknya.

10. Tari Kethek Ogleng

Tarian ini diadopsi dari hewan kethek atau kera dalam bahasa Indonesia yang meniru gerakan-gerakan dari hewan tersebut.

Biasanya tari kethek ogleng ini ditarikan oleh empat orang penari dimana tiga penarinya adalah perempuan dan satu sisanya merupakan laki-laki.

Dalam pentas tarian ini diawali oleh tiga penari perempuan yang keluar dimana dua orang sebagai dayang dan satunya adalah pemeran sosok Dewi Sekartaji yang merupakan putri dari kerajaan Jenggala, Sidoarjo dan sang penari laki-laki adalah pemeran sosok Raden Panji Asmorobangun dari kerajaan Dhaha Kediri.

11. Tari Singo Ulung

Tari singo ulung berasal dari daerah Bondowoso yang menjadi tarian kebanggaan daerah tersebut.

Sekilas tarian ini terlihat seperti kesenian khas negeri tirai bambu china yaitu barongsai dimana para penari mengenakan kostum seperti singa namun tari singo ulung ini jauh berbeda tema dan lebih sederhana dibandingkan barongsai.

12. Tari Sparkling Surabaya

Jika mendengar kata sparkling mungkin akan terdengar seperti kosa kata kekinian dan memang benar tarian ini adalah tarian yang mengkombinasikan gerakan modern dan tradisional Surabaya.

Tarian ini diangkat sebagai lambang jati diri, budaya dan seni khas surabaya yang dikemas dengan sangat bagus dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Tari ini juga biasa dipakai sebagai tarian selamat datang di Surabaya.

13. Tari Eblas

Tari eblas ini berasal dari daerah madura, Jawa Timur yang mengangkat kisah para gadis di sana yang cantik, feminim, luwes, gemulai, lincah dan ceria.

Tari ini terinspirasi dari topeng yang menjadi karya seni khas Jawa Timur dan mengadaptasi kesenian Jawa Madura dalam kebudayaan Surabaya.

14. Tari Jejer

Tari Jejer merupakan sebutan lain dari tari gandrung Banyuwangi yang tentu saja berasal dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Seperti namanya tarian ini banyak menggunakan pola berjejer dengan gerakan yang berirama dan kompak para penarinya yang diiringi oleh musik khas berupa gong dan kempul yang ditabuh secara bersamaan sehingga menghasilkan bunyi yang unik. Dan untuk pakaian para penarinya menggunakan properti yang masih sangat tradisional.

15. Tari Tayub

Tari ayub mengangkat konsep mengenai perempuan cantik nan lemah gemulai yang sudah menjadi tontonan favorit masyarakat Surabaya.

Tari ini sangat identik dengan Surabaya dan menggunakan gerakan, musik, lagu bahkan pakaian khas Jawa yang sangat melekat erat.

Beberapa tarian di atas baru sebagian kecil saja karena jika disebutkan satu persatu memanglah sangat banyak sehingga kalian harus sering-sering membaca dan mencari tahu mengenai kesenian yang lainnya agar pengetahuan kalian bertambah.

Demikian sedikit informasi mengenai Tarian Tradisional Jawa Timur. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *